Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Mengenai Saya

Foto saya
Bijaksana, baik hati, sederhana, dan terkadang humoris

Pengikut

Senin, 20 Juni 2011


Teruntuk sahabat yang tak dikenal dan tak terungkap keberadaannya. Terima kasih atas tebaran ilmu yang telah kau taburkan dalam hatiku dan mungkin juga bagi yang lainnya. Bagaimana pun alasannya, sejujurnya kau laki-laki yang baik, meski terkadang kau buatku geregetan dengan sikapmu yang sedikit berani dan pula dengan tingkah lakumu yang terkadang buatku jadi tersipu malu. Meskipun di antara kita tak saling mengenal dan begitu asing, kau kan kuanggap sebagai saudara dekatku sendiri. Walau aku tidak tahu, apakah kau juga sama seperti apa yang kuanggap padamu saat ini?! Entahlah... Hanya kau yang tahu... Dan jikalau selama ini ataupun sebelumnya ada tutur bahasa tulisanku yang kurang berkenan di hatimu, maka kuucapkan mohon maaf segenap hatiku atas segala kekuranganku terhadapmu, saudaraku...? Oh, ya...! Saudaraku...! Di manapun kau berada, semoga kau selalu baik-baik saja... Dan ku akan mengabadikan hasil tulisan-tulisanmu nan indah di catatan blogger-ku... Syukron... Sahabat "RF"...

^___^

"sok_tahu.com"

A. PEMALU

- Banyak diam tapi sekali berkata di luar dugaan.

- Agak sombong dan cuek tapi dalam hatinya banyak kata yang tersimpan.

- Ia tak pernah memikirkan apa yang dihasilkan dari sebuah penyelesaian, tapi menunggu dalam setiap tindakan hingga yang lain memahami apa yang ia lakukan.

- Terkadang pula malu-malu tapi mau dan kadang pula malu-maluin.

B. PEMBERANI

- Banyak bicara tapi belum tentu sesuai dengan apa yang ia bicarakan.

- Banyak keberanian tapi kadang tersembunyi ketakutan yang bersarang di hatinya.

- Dengan keberaniannya pula, ia mendapatkan keinginannya dengan cara yang mudah dan cepat.

- Terkadang pula berani di belakang tapi ketika di depan ia tak punya keberaniaan.

C. PENJILAT

- Suka menjelek-jelekkan orang lain , tapi ketika dijelek-jelekkan orang lain ia tak menginginkannya bahkan ia tak pernah bercermin diri (introfeksi diri).

- Banyak bahasa kasar tak terkontrol bahkan berbahasa kotor sekalipun dan ia berani ungkapkan secara terang-terangan ataupun tertutup.

- Selalu ingin menang sendiri, tak berperasaan, selalu berpikir negatif bahkan selalu menilai orang lain itu salah di matanya. Bahkan selalu ingin terlihat hebat dan selalu ingin menang dari yang lain.

- Terkadang pula suka berlaku baik di depan, akan tetapi menikam dari belakang.

Wallahu'alam

SI KECIL BERJIWA DEWASA

"Sedikit mengalahkan yang banyak ataupun yang kecil mengalahkan yang besar. Jangan takut dengan suatu kelemahan, bisa jadi kelemahan itu tersimpan sebuah kekuatan. Jikalau Allah berkehendak maka jadilah karena Allah sesuai dengan prasangka setiap hamba-Nya."

Dengan kerdilnya yang amat rapuh dan tak berdaya, ia memiliki sebuah kekuatan dalam jiwanya, ia mampu menghadapi segala rintangan yang dilaluinya. Kekuatannya adalah tawakal, ia berusaha dan ikhtiar semampu dan kesanggupannya setelah itu ia berserah diri cukup kepada-Nya. Lantas ia pun memiliki keikhlasan nan luar biasa. Ia merelakan sesuatu hal yang sangat ia harapkan dalam hidupnya namun dengan kehendak-Nya pula keikhlasan itu akan membuahkan hasil yang gemilang bagi hidupnya ataupun sebaliknya. Akan tetapi dengan keistiqamahannya, meski di luar terlihat kerdil dan rapuh, ia memiliki sebuah keistimewaan dalam setiap perilaku dan tindakannya yang tidak banyak dimiliki yang lainnya. Hingga suka ataupun duka baginya adalah suatu anugerah yang diberikan Allah Subhanahu wata'ala, yang selayaknya ia syukuri penuh keikhlasan dan senyuman....

SANG BERHATI LEMBUT

Sang berhati lembut

Kau takkan pernah layu

Kau takkan pernah rapuh

Meski zaman meluluhlantakkannya

Hati lembutmu kan terkenang selalu

Di setiap hati yang selalu rindu padamu

Sang berhati lembut

Kau kan selalu jadi kenangan

Kau kan selalu jadi idaman

Bagi para hati lembut lainnya

Hati lembutmu selembut embun

Membinasakan kasar hingga halus

Tutur sapamu anggun dan menawan

Sang berhati lembut

Dunia boleh berlaku kejam padamu

Namun kau kan dapat balasan-Nya

Sesuai dengan apa yang kau kerjakan

Doaku selalu menyertaimu

Di saat gundah, di kala resah

Pabila kau tak sempat merasakan indahnya bidadari dunia

Maka kau kan merasakan lebih indahnya bidadari-bidadari surga

Sang berhati lembut

Kau telah merubah hidupku

Kau telah merubah duniaku

Nasihatmu menyentuh kalbu

Keseimbangan tutur bahasamu

Keselarasan cara penyampaianmu

Menggugah selera tuk beramal ibadah

Sang berhati lembut

Jasamu takkan pernah terbalas

Karena keikhlasan Lillahi Ta'ala-mu

Menaikan derajat ke lebih mulia

Hingga ku tak mampu balas jasa-jasamu

Hingga ku menuai rasa manis tak terhingga

Yang telah kau teteskan manisnya surga dunia

Dalam selimut berwujud madu dunia akhirat

KARENA HARTA CINTA BERUBAH

Pada zaman sekarang mencari sesuap nasi itu sangatlah sulit, aku sering terombang-ambing dalam kemelut dunia fana ini. Bahkan sering terhempas ke sana ke mari, ke sini ke situ. Aku sudah merasakan getir pahit manisnya dalam hidup. Mungkin bisa dikatakan dalam usiaku ini tak selayaknya mendapatkan ujian seperti ini. Namun karena aku yakin bahwa Allah akan senantiasa bersama kita. maka semua hal apapun yang terjadi kulalui penuh itikad yang kuat, ku arungi dunia demi kota ke kota terdekat, mulai dari Bandung kota di mana ku di lahirkan, Jakarta, Bekasi, hingga Karawang.... Ketika bekerja di Bandung, tepatnya di Kopo. Di sana, aku benar-benar seperti layaknya seekor kuda yang terus-menerus dicambuk tiada henti dengan upah yang tak sebanding dengan apa yang ku kerjakan. Namun ku tetap mencoba bersabar dan bersyukur menjalaninya. Lalu aku pindah kerja di daerah Pangalengan Bandung Selatan, dengan upah cukup memuaskan. Setelah itu aku pindah lagi ke Jakarta sebagai kontruksi bangunan, yang pada saat itu mengalami kecelakaan diluar dugaanku, dan kejadian itu bukan aku yang mengalaminya akan tetapi teman kerja lainku. Dan peristiwa itu sempat menjadi kabar hangat di stasiun televisi-televisi nasional. Lantas ku pindah lagi ke Bekasi, ya pusatnya industri-industri di Indonesia selain Batam dan Tangerang. Tapi sayangnya, ku di sana bukan di tempat industri yang difavoritkan orang-orang, bahkan di bawah UMR pada umumnya. Dan yang terakhir, di mana sekarang ku bekerja di salah satu perusahaan industri di Karawang, dengan upah cukup besar bagiku dengan upah sekitar 5 kali lipat dari UMR pada umumnya. Ya Insya Allah, lebih dari cukup untuk modal menikah dan untuk menafkahi seorang istri, bahkan untuk anakku kelak.... Amin. Singkat cerita.... Sewaktu ku bekerja di Bandung, Jakarta, dan Bekasi, ku mempunyai seorang kekasih yang berinisial "FK". "FK" mencintaiku sepenuh hatinya dan menerima apa adanya, meski terkadang masalah selalu menghinggapi namun kami selalu menghadapinya bersama-sama. Suatu ketika, kedua orangtua "FK" tak merestui hubungan kami berdua, karena di mata kedua orangtua "FK" hanya harta, harta dan harta. Padahal aku tahu ayah dan ibunya sangat taat dalam menjalankan perintah agama. Tapi entah kenapa, bahwa cinta mesti diukur dengan harta dan penghasilan????!!!! Bahkan orangtuanya seringkali melukai perasaanku dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan padaku, tapi aku selalu sabar dan tabah menerima makian itu. Meski terkadang setiap tetes air mata berlinang basahi kedua pipiku naik surut akan hal itu. Namun setelah ku bekerja di Karawang, kedua orangtuanya berubah total, mereka menjadi santun terhadapku.bahkan ku diperlakukan layaknya seorang raja apabila ku berkunjung ke rumahnya. Namun satu keyakinanku, dan ku selalu berdoa agar hubungan ku nanti dengan "FK" bukan karena harta semata atau apapun itu, akan tetapi karena ibadah dan ikhlas karena Allah. Itu pun jikalau berjodoh.... Amin.

KISAH "3 in 1"

Sebuah kisah yang membingungkan

Masa lalu hinggap tak terduga

Seolah tak saling mengenal satu sama lainnya

Mereka saling terdiam dalam sebuah perjumpaan

Enggan ucapkan suatu kata-kata keindahan

Terhalang dua bagian antara kondisi telah berbeda

Di sisi lain, ada dua buah harapn

Satu harapan, jauh nun di sana

Akan tetapi terasa dekat di hati selalu

Dan satu harapan lagi

Sesuatu hal yang dekat

Namun terasa jauh untuk dihinggapi

Seakan ada benteng menjulang tinggi

Terhalang dan menghambat

Oh, rembulan

Siapakah yang mesti kupilih

Oh, rembulan

Ruang yang berbeda itu

Sesuatu hal tak memungkinkan

Oh, rembulan

Satu harapan itu

Adalah suara hatiku

Oh, rembulan

Dan satu harapan lagi

Adalah suara hatiku pula

Andai hati ini ingin memilih

Maka kuingin memilih "Jauh nun di sana"

Karena ia lebih mantap kupilih

Karena ia lebih pandai menimbang rasa

Karena ia lebih pandai memahami rasa

Karena ia lebih pandai menunjukan perasaan

Yang jadi masalah

Kurasa salah menempatkan

Dia terlalu jauh untuk digapai dengan tanganku

Hal inilah yang buatku ragu dalam keputusan

Mungkinkah ku takkan memiliki keduannya?!

Wallahu'alam

Ternyata kusadar

Betapa lemahnya diri ini tentang cinta

Bila berlarut-larut dalam cinta

Karena ada yang lebih utama dari itu

Yakni keikhlasan hati untuk dapatkan cinta

Tanpa mesti harus memaksakan cinta

Karena keikhlasan hatilah yang dapatkan cinta

Yang selalu diiringi keikhlasan Lillahi Ta'ala

Oh, Tuhan-ku.... Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Ku bersyukur atas segala cinta yang terasa

Meskipun banyak kerumitan tersendiri dalam problema

Semua itu semata-mata ujian terindah bagiku

RONA RAMADHAN

Dimulai makan sahur penuh berkah

Hingga menanti shalat shubuh

Hingga terselang dengan terlelap

Terbangun lalu pergi beraktivitas

Menanti bedug maghrib

Isi luang dengan perbanyak baca Al-Qur'an

Tak terasa hari mulai meredup

Khatulistiwa mulai membelah warna bumi

Adzan maghrib berkumandang syahdu

Berbuka puasa dengan semangkuk kolak

Di sampingnya segelas air mineral

Selepas mereguk air mineral

Pergi ke masjid shalat maghrib

Selang waktu yang paling dekat

Berkumandang adzan isya dengan lembut

Lekas pergi ke masjid

Menunaikan shalat isya dan tarawih

Ruang masjid penuh rapat mamum

Terasa nyaman dalam setiap barisan

Indahnya memperkokoh tali persaudaraan

Dalam berjamaah penuh kebersamaan

Seiring waktu berjalan

Shalat tarawih pun mulai berlalu

Dengan penuh rasa ketentraman kalbu

Malam gelap gulita bertabur bintang-bintang

Gemintang kerlap-kerlip nun jauh di sana

Hiasi warna-warni cahaya indah

Di ruang senyap terhimpit empat buah dinding

Ketika berbaring pejamkan kedua mata

Nyaris tak terdengar apapun

Terkecuali suara detik jam pecahkan kesunyian

"Tak, tik, tuk" terdengar di kuping

Mengikuti detak jantung berdenyut merdu

Mewakili dzikrullah senantiasa mengingat pada-Mu Ya Robbi

Hingga tertidur dan terbangun untuk makan sahur

Subhanallah, walhamdulillah, wasyukurillah

BERBAGI PENGALAMAN....

Ada seorang pemuda berwajah sederhana, ramah, tapi terkadang berani dalam suatu kebenaran, dan selalu santun dalam setiap tulisannya pada teman-temannya di dunia facebook, meskipun ia tidak tahu asal muasalnya, entah dari mana, suku mana, daerah mana bahkan negara mana. Pemuda tersebut kerap menulis sesuatu dan tiap tulisannya tersebut ia tujukan pada seseorang. Namun karena pemuda itu menulis di tempat umum yang kemungkinan banyak orang yang mengetahuinya. Suatu ketika ada seorang gadis yang menyukai tulisan-tulisannya, gadis itu sedikit canggung dan pemalu. Mungkin gadis itu merasa bahwa tulisan-tulisan pemuda itu ditujukan pada gadis itu. Padahal nyatanya pemuda itu tidak samasekali untuk gadis itu, akan tetapi buat gadis lain. setelah gadis itu selidiki, gadis itu tersadar bahwa semua tulisan itu bukan untuk gadis tersebut. Gadis itu menyelidiki setiap teman-teman facebook pemuda itu. Lantas gadis itu menemukan sebuah gambar profil yang ia anggap bahwa pemuda itu menulis untuknya. Setelah gadis itu tahu sejelas-jelasnya, gadis itu merubah gambar profilnya disesuaikan dengan gambar gadis yang dituju oleh pemuda tersebut. Seolah ia pun ingin jadi bagian yang di tulis oleh pemuda itu. Namun yang anehnya gadis itu menghilang entah kemana dari dunia facebook, setelah mengganti gambar profilnya terlebih dahulu...! Namun ada salah satu kesalahan pada diri gadis itu, yakni tidak menyadari bahwa tindakan hal itu kurang tepat, meski pemuda itu menulis buat gadis selain dirinya, bukan berarti pemuda itu akan bersatu dengan gadis yang pemuda itu anggap bahwa gadis itulah yang terbaik baginya, setidaknya gadis itu masih banyak memiliki harapan, peluang dan kesempatan. Pada dasarnya pemuda itu tidak mengetahui bahwa gadis itu menaruh hati padanya, namun dilihat dari tingkah lakunya di dunia facebooknya, ternyata dugaan pemuda itu benar, bahwa gadis itu pasti menyukainya. Dengan tersadarnya pemuda itu, maka pemuda itu merasa bersalah pada gadis itu, karena ia beranggapan semua itu akibat kesalahannya yang tidak ia sadari menulis sesuatu di tempat yang kemungkinan banyak orang membacanya. Meskipun pemuda itu tidak bersalah secara menyeluruh, tetap saja pemuda itu merasa bersalah pada gadis tersebut dan merasa telah mendzalimi gadis itu. Sehingga gadis itu menghilang akibat salah paham.... Dan pemuda itu tak sempat untuk meminta maaf padanya....

"Sahabat.... Kau tahu siapa pemuda itu....? Pemuda itu adalah aku.... Sebab itulah, ku akui.... Aku merasa bersalah pada gadis itu. Namun aku selalu meminta ampunan kepada Allah SWT, jikalau aku bersalah.... Hingga saat ini, dengan pengalaman ini aku lebih memahami perasaan dibandingkan logika...."

T _ T

BUAH NANGKA

Tabir rahasia alam

Membuka jendela kehidupan

Terbuka secara perlahan

Mengundang penasaran

Oh, bintang

Hiasi gemerlapan malam

Oh, bulan

Semarakan indahnya malam

Hewan malam

Mencari mangsa

Menggapai rasa laparnya

Oh, langit

Merubah suasana alam

Oh, bumi

Rotasi kehidupan

Siang dan malam

Tak kenal kesunyian

Bergerak masing-masing

Setiap nama

Memiliki peran

Setiap peran

Memiliki perbedaan

Tiada salah

Dalam perbedaan

Yang salah

Tiada hargai perbedaan

Perbedaan hal biasa

Selama hal itu benar

Selama tak mengada-ada

Selama tak menyimpang dari ayat-ayat

Sungguh Maha Benar Allah atas segala firman-Nya

"...Bak buah nangka

Tak berwujud menarik

Beraroma menyengat

Harum mewangi di kejauhan

Hadirkan sejuta penasaran..."

Buah nangka, buah tidak langka dan mudah didapat, berwujud unik, berduri, dan terlihat tiada menarik. Sederhana namun banyak menyimpan keistimewaan, aromanya yang khas buahnya pun enak untuk dimakan, mungkin sesuai rasa seleranya yang manis bagi setiap lidah manusia. Ada satu hal yang banyak tidak disadari, nangka yang sudah terbelah mungkin tak mengundang penasaran karena sudah banyak tahu rasanya. Akan tetapi nangka yang masih terbalut kulitnya penuh duri akan lebih mengundang rasa penasaran sebab nangka tersebut masih tertutup rapat sebagai mestinya. Coba perhatikan penjual nangka yang nangkanya sudah di belah, pasti calon pembeli boleh megang bahkan boleh mencoba memakannya. Nah, disitulah rasa penasaran itu tak dapat ia rasakan lagi kerena ia sudah mencobanya terlebih dahulu.Coba perhatikan lagi, wanita berkerudung dengan wanita tak berkerudung. Mana yang lebih mengundang penasaran, yang berkerudung atau tidak berkerudung????? Coba perhatikan lagi secara seksama, Sepasang leleki dan wanita belum menikah melakukan "hal itu" dengan yang belum melakukan "hal itu". Pasangan mana yang lebih mengundang penasaran?????

MALU

Kejadian yang memalukan terselipkan kebahagiaan

Di sisi lain malu karena melakukan malu-maluin

Di sisi lain bahagia karena terlihat berseri penuh semangat

Di balik tak sengaja terbitlah sesuatu

Yang membuat malu serta bahagia

Terpaku sejenak hingga diam tak bergerak

Menatap sesuatu yang muncul

Mungkin langit tak merasakannya

Tapi bumi merasakan yang indah itu

Mungkin langit bergerak sewajarnya

Tapi bumi bergerak tak biasanya

Malu ini membawa kesabaran

Malu ini membawa ketentraman

Malu ini membawa kenyamanan

Bahagia ini membawa sinaran

Bahagia ini membawa semangat

Bahagia ini membawa senyuman

Malu terkadang sesuatu yang wajar

Malu terkadang sesuatu yang unik

Malu terkadang sesuatu yang ajaib

Malu berbuat dosa

Malu berbuat maksiat

Malu sebagian dari iman

Malu terkadang sesuatu yang aneh dan tabu bagi yang lain, ada yang malu sesuai dengan tempatnya, ada pula malu tidak bisa menempatkannya. Terkadang pula malu itu sukar untuk dimengerti, yang pastinya malu dimiliki diri setiap manusia itu beraneka ragam karakternya karena hal itu sesuatu hal yang lumrah dan manusiawi. Dengan malu malu pula diri ini bisa belindung demi sesuatu hal yang tak perlu dilakukan, namun terkadang pula malu itu tak dilakukannya padahal seharusnya ia lakukan mungkin karena ada batasan dan keterbatasannya hingga seseorang itu malu. Dan mungkin, malu terkadang membawa keindahan terkadang pula membawa penderitaan.


By. "RF"


^___^

Kamis, 31 Maret 2011







Tiada pernah menilai seorang dari keelokannya
Akan tetapi dari keikhlasan dan ketulusan hatinya
Walau keikhlasan dan ketulushan seorang itu gaib
Karena hanya Allah yang Maha Mengetahui hal itu
Namun hal itu dapat dibaca secara bahasa tubuh
Dan tutur bahasa dalam pernyataannya...
Meskipun hal itu...
Tiada menjamin kesempurnaan dalam penilaian manusia
Paling tidak hal itu batas maksimal upaya manusia...




Keelokan takkan bertahan lama
Ia akan termakan usia dan waktu
Ia akan usang bahkan keriput...
Namun dengan keindahan dalam hati
Hal itu takkan termakan ruang dan waktu
Bahkan hingga ajal pun menjemput
Menembus di luar jangkauan akal nalar manusia...
Dan Allahlah yang Maha lebih Mengetahuinya...




Allah tidak menilai seseorang dari bagus rupanya
Dan dari segi hal apapun jua
Terkecuali, amal ibadah yang dikerjakannya...
Elok ataupun tidak parasnya
Hal itu bukan suatu masalah
Karena keelokan seseorang terletak pada hatinya...
Hatilah penggerak menuju keindahan
Dan hati pula sebagai lentera kehidupan
Menuju niat ikhlas Lillahi Ta'ala
Untuk menggapai Ridho-Nya Illahi...




Ia sosok insan sederhana...
Meskipun sederhana, bagiku luar biasa
Kutahu...
Manusia tiada yang sempurna
Termasuk diriku ini...
Kendatipun penuh dengan kesederhanaan
Selalu tersimpan keindahan dalam sederhana itu...
Allah lebih Menyukai orang kaya beriman
Dibandingkan orang miskin yang beriman
Dan akan tetapi pula...
Allah lebih Membenci orang kaya kufur
Dibandingkan orang miskin yang kufur...
Sesungguhnya Allah itu Maha Indah...
Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Adil dan Bijaksana
Dan sesungguhnya Engkaulah Maha Sempurna lagi Maha Segalanya...




^___^
Selasa, 29 Maret 2011







Kutahu...
Ku selalu berbuat salah dan dosa pada kalian berdua
Baik secara sadar ataupun tidak
Mungkin, ku bukan anak terbaik di dunia
Mungkin ku selalu berbuat tidak menyenangkan
Bahkan mungkin, melukai hati kalian berdua
Ya Allah, Ya Robb...
Maafkanlah hamba atas segala dosa hamba
Yang pernah dilakukan semasa hidup...



Selama kalian berdua hidup
Kasih sayangku kutumpahkan
Dalam setiap wujud perbuatan
Walaupun tidak begitu sempurna
Dan masih banyak kekurangannya
Bahkan pula, masih banyak keterbatasan di dalamnya...
Namun tersadar saat ini
Bahwa kulupa dan tak sempat
Untuk membuat sebuah pernyataan
Entahkah, berbentuk puisi, sajak ataupun syair
Bahkan ungkapan secara langsung pun tiada pernah



Kalian tahu...!
Sebuah pernyataan apakah itu...!
"Kusangat sayang kalian berdua..."
"Kucinta padamu ayah dan kucinta padamu ibu..."



Dan tahukah kalian...!
Tentang sebuah kata, "Setia"...!
Ya, "Setia"...
Sebuah kata ini, teringat kalian berdua
Ayah sosok orang setia
Meskipun engkau ditinggal duluan oleh ibu
Engkau tetap setia untuk tidak menikah lagi
Setiamu, hingga ayah hembuskan nafas terakhir
Subhanalloh, romantis sekali...
Semoga kalian berdua bertemu di surga kelak...
Amin...


^___^
Senin, 28 Maret 2011







Banyak orang terdekatku berkata...
Bahwa aku bukan tipe romantis
Bahkan aku terlihat beraura dingin
Dan romantisnya itu hanya dalam hatinya saja...
Namun sahabat sejatiku berkata...
Di setiap gerak gayaku penuh syair
Ketika kumengibaskan rambut...
Banyak puisi yang melayang-layang di udara
Ketika kulangkahkan kaki...
Untaian sejuta puisi mengintai dari belakang
Bahkan ketika kuberkata...
Kata puitis nan indah bertaburan dari bibirku...
Seperti itulah mereka berkata apa adanya terhadapku...




Yang anehnya...
Aku sendiri tak bisa menilai hal itu
Bahkan kumerasa biasa-biasa saja
Selayaknya orang lain pada umumnya
Tapi, terkadang kumerasakan sesuatu...
Kadang kumerasa banyak kata dalam hati
Namun hal itu, sulit untuk kuungkapkan
Mungkin saja, aku orangnya pendiam
Akan tetapi, mungkin saja kata mereka ada benarnya
Dan biasanya orang lainlah yang pandai menilai seseorang...
Namun ku tak pernah memperdulikannya
Benar ataupun tidak bagiku tak masalah
Yang terpenting ku suka jadi diri sendiri...




Bahkan kadang pula banyak yang lain berkata...
Bahwa aku bagai sang penulis
Bahwa aku bagai sang pujangga
Bahwa aku bagai sang penyair kondang
Bahwa aku bagai sang penyair ternama
Bahwa aku bagai sang penyair terkenal
Padahal hal itu semua tidak benar...
Kalau pun demikian...
Semua hal itu hanya sekedar suka
Semua hal itu hanya sebatas hobi
Dan semua hal itu hanya sekedar dan sebatas
Tidak lebih dari itu...




Namun apapun alasannya...
Kuhargai setiap pendapat dan pernyataan orang
Kuhargai setiap kata-kata dan kalimat orang...
Tiada sedikitpun kumerasa terganggu dengan hal itu
Dan hal itu kuanggap suatu yang wajar...
Semua orang boleh ungkapkan apa saja
Semua orang boleh menilaiku apa saja
Sesuai dengan pemikiran masing-masing
Yang terpenting dalam hal itu tidak melampaui batas...



^___^
Sabtu, 26 Maret 2011




Sesungguhnya aku makhluk yang dhoif

Bahkan ada ataupun tiada kedua orangtua tetap kumasih lemah

Namun dengan melibatkan Allah sebagai sandaran

Engkau telah memberikanku kekuatan

Dan Engkaulah membuatku mampu bertahan

Dengan indahnya warna pelangi kehidupan

Dengan segala Cobaan dan Ujian-Mu

Bahkan dengan segala Nikmat-Mu sekalipun...

Sanggup tak sanggup mesti mencoba dan berusaha

Tuk mampu menempatkan segala sesuatunya pada tempatnya...




Tak sedikitpun kumerasa ragu akan Ketetapan-Mu

Bahkan bila kumerasa jauh Dari-Mu

Kumerasa tak nyaman bahkan cemberut

Namun ketika ku slalu mendekatkan diri Pada-Mu

Bathinku serasa nyaman bahkan tersenyum

Hal itulah getar-getar rasa yang dirasa

Getar-getar yang selalu ingat akan Kuasa-Mu

Yang mengalirkan getar-getar indah di sanubariku...




Di setiap getaran...

Terkandung Sifat-sifat-Nya

Di setiap getaran...

Terselipkan Keagungan-keagungan-Nya

Di setiap getaran...

Tersimpan rasa Cinta Kepada Allah dan Rasul-Nya

Subhanalloh, getaran-getaran nan indah...

Yang selalu tumbuh subur dalam hidupku...



^___^

Jumat, 04 Maret 2011






Matahari, tak pernah banyak janji...

Bahkan tak pernah berjanji
Tapi ia tak pernah ingkar janji
Dan banyak pembuktian yang dirasakan...



Ia selalu menyinari bumi di pagi hari
Ia setia menyinari di siang hari
Hingga senja merona pun menjelang...



Tiada harap kembali dan pamrih
Penuh senyum tulus dan keikhlasan
Ia kan selalu begitu, begitu dan begitu
Seolah memiliki janji terhadap perannya sendiri
Untuk menjalankan peran sebagaimana mestinya...



Begitupun dengan rembulan...

Ia selalu bersinar di malam hari
Menemani bumi dalam gelapnya malam
Bahkan taburan gemintang pun turut serta
memeriahkan suasana malam nan indah
Selama Allah Ta'ala tetap Mengkehendaki...



Mereka semua setia menemani bumi...

Bumi, tak pernah sendirian
Dan tak pernah kesepian
Ia memiliki sahabat-sahabat sejati terindah
Yang setia menemaninya hingga akhir zaman...



"Begitupun kasih sayang seorang ayah dan ibu yang tercurahkan terhadap anak ataupun anak-anaknya hingga akhir hayat..."




^___^








Jumat, 18 Februari 2011







Di kala kubuat kesalahan terhadapmu
Kumerasa tak tenang dan tak nyaman
Bahkan aku pun berlaku jujur padamu
Mungkin itu firasat...
Makanya kuluahkan kejujuran meski kau tidak tahu
Di balik ketidaktahuanmu...
Alhamdulillah, kau menanggapinya dengan kesabaran
Dan hal itulah membuatku merasa nyaman kembali




Kau tahu?
Di kala kubuat kesalahan itu
Kumerasa khawatir yang luar biasa
Maka dari itu ku tak ingin mengulanginya lagi
Bahkan jikalau ada sesuatu pilihan menerpa lagi
Ku akan menepisnya dan mencoba menghindarinya
Insya Allah, ku takkan berpaling lagi ke lain hati
Kesalahan ini buatku tersadar akan angkuhnya diriku
Bagaimanapun jua ku manusia biasa tak luput dari salah
Sedari itu, maafkanlah aku...?




Kau pernah luahkan sesuatu padaku
Jikalau mendapatkan pilihan selain dirimu
Maka beritahulah kabar tersebut tanpa ditutupi
Begitupun aku sebaliknya berlaku sama terhadapmu
Semoga hal ini menjadi hikmah tersendiri bagi kita berdua
Bahkan mata ini berkaca-kaca terharu pilu
Terima kasih, Ya Allah...
Engkau telah mengingatkanku untuk lebih setia
Dan mungkin pula agar aku lebih memahami arti kesetiaan
Ternyata kesetiaan itu lebih indah dari lainnya
Begitupun setia hanyalah Kepada-Mu, Ya Robb...





Jikalau saja waktu dapat diputar kembali
Mungkin ku takkan mengulangi hal itu lagi
Tapi sayangnya semua hal itu telah terjadi
Penyesalan selalu datangnya belakangan
Dan di balik penyesalan itu tersimpan keindahan
Indah untuk tak mengulangi perbuatan itu lagi
Dan indah untuk lebih setia lagi...



^___^