Popular Posts
-
Ada hal diluar dugaan Sebelumnya kubayangkan Akan terhalang sesuatu Antara ruang dan waktu Apakah ini suatu pertanda? Bahwa ruang dan waktu ...
-
26-06-2010 13:30 Satu alam di ruang berbeda Hadir sosok bayangnya Melayang di angan-angan Menari-nari di dalam ruang Terdiam sulit ekspresik...
-
Tanpa kau sadari Kau ajariku cinta Kau ajariku mencinta Meski jiwa raga tak menyatu Meski tiada suatu ikatan Namun bayangmu selalu ada Sungg...
-
Rumus hidup sudah benar adanya Hal terindah bagaimana sikap dan cara menyikapinya Dengan suka, lebih bersyukur dalam menyikapinya Dengan duk...
-
Seorang pemuda jujur bekerja sebagai karyawan biasa, lalu pemuda itu melakukan kesalahan ia mengambil uang rekan kerjanya. Saat itu re...
-
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu" Allah Ta'ala menyuruh hamba-Nya, terhadap apa yang mereka dambakan dari kebai...
-
Segenggam harapan Kepalan dalam tangan Bertahan dalam nyanyian Nyaris tak terdengar Menutup segala ruang Memendung segala celah Membungkam a...
-
Dikau tak sempurna Begitu pun daku tak sempurna Hidup dan cinta tak butuh kesempurnaan Namun sikapi semuanya dengan sempurna Meminimalisir y...
-
Melukis bintang di tengah terang benderang Kuwarnai dengan cat lembayung senja Di atas kanvas berkain kehidupan Menggoreskan kuas ...
-
Terkadang selalu berpikir dalam benak Kenapa ku suka padanya? Mungkin ku salah menyukai Mungkin ku salah menempatkan Mungkin dia terlalu ind...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Mengenai Saya
Pengikut
Teruntuk sahabat yang tak dikenal dan tak terungkap keberadaannya. Terima kasih atas tebaran ilmu yang telah kau taburkan dalam hatiku dan mungkin juga bagi yang lainnya. Bagaimana pun alasannya, sejujurnya kau laki-laki yang baik, meski terkadang kau buatku geregetan dengan sikapmu yang sedikit berani dan pula dengan tingkah lakumu yang terkadang buatku jadi tersipu malu. Meskipun di antara kita tak saling mengenal dan begitu asing, kau kan kuanggap sebagai saudara dekatku sendiri. Walau aku tidak tahu, apakah kau juga sama seperti apa yang kuanggap padamu saat ini?! Entahlah... Hanya kau yang tahu... Dan jikalau selama ini ataupun sebelumnya ada tutur bahasa tulisanku yang kurang berkenan di hatimu, maka kuucapkan mohon maaf segenap hatiku atas segala kekuranganku terhadapmu, saudaraku...? Oh, ya...! Saudaraku...! Di manapun kau berada, semoga kau selalu baik-baik saja... Dan ku akan mengabadikan hasil tulisan-tulisanmu nan indah di catatan blogger-ku... Syukron... Sahabat "RF"...
^___^
"sok_tahu.com"
A. PEMALU
- Banyak diam tapi sekali berkata di luar dugaan.
- Agak sombong dan cuek tapi dalam hatinya banyak kata yang tersimpan.
- Ia tak pernah memikirkan apa yang dihasilkan dari sebuah penyelesaian, tapi menunggu dalam setiap tindakan hingga yang lain memahami apa yang ia lakukan.
- Terkadang pula malu-malu tapi mau dan kadang pula malu-maluin.
B. PEMBERANI
- Banyak bicara tapi belum tentu sesuai dengan apa yang ia bicarakan.
- Banyak keberanian tapi kadang tersembunyi ketakutan yang bersarang di hatinya.
- Dengan keberaniannya pula, ia mendapatkan keinginannya dengan cara yang mudah dan cepat.
- Terkadang pula berani di belakang tapi ketika di depan ia tak punya keberaniaan.
C. PENJILAT
- Suka menjelek-jelekkan orang lain , tapi ketika dijelek-jelekkan orang lain ia tak menginginkannya bahkan ia tak pernah bercermin diri (introfeksi diri).
- Banyak bahasa kasar tak terkontrol bahkan berbahasa kotor sekalipun dan ia berani ungkapkan secara terang-terangan ataupun tertutup.
- Selalu ingin menang sendiri, tak berperasaan, selalu berpikir negatif bahkan selalu menilai orang lain itu salah di matanya. Bahkan selalu ingin terlihat hebat dan selalu ingin menang dari yang lain.
- Terkadang pula suka berlaku baik di depan, akan tetapi menikam dari belakang.
Wallahu'alam
SI KECIL BERJIWA DEWASA
"Sedikit mengalahkan yang banyak ataupun yang kecil mengalahkan yang besar. Jangan takut dengan suatu kelemahan, bisa jadi kelemahan itu tersimpan sebuah kekuatan. Jikalau Allah berkehendak maka jadilah karena Allah sesuai dengan prasangka setiap hamba-Nya."
Dengan kerdilnya yang amat rapuh dan tak berdaya, ia memiliki sebuah kekuatan dalam jiwanya, ia mampu menghadapi segala rintangan yang dilaluinya. Kekuatannya adalah tawakal, ia berusaha dan ikhtiar semampu dan kesanggupannya setelah itu ia berserah diri cukup kepada-Nya. Lantas ia pun memiliki keikhlasan nan luar biasa. Ia merelakan sesuatu hal yang sangat ia harapkan dalam hidupnya namun dengan kehendak-Nya pula keikhlasan itu akan membuahkan hasil yang gemilang bagi hidupnya ataupun sebaliknya. Akan tetapi dengan keistiqamahannya, meski di luar terlihat kerdil dan rapuh, ia memiliki sebuah keistimewaan dalam setiap perilaku dan tindakannya yang tidak banyak dimiliki yang lainnya. Hingga suka ataupun duka baginya adalah suatu anugerah yang diberikan Allah Subhanahu wata'ala, yang selayaknya ia syukuri penuh keikhlasan dan senyuman....
SANG BERHATI LEMBUT
Sang berhati lembut
Kau takkan pernah layu
Kau takkan pernah rapuh
Meski zaman meluluhlantakkannya
Hati lembutmu kan terkenang selalu
Di setiap hati yang selalu rindu padamu
Sang berhati lembut
Kau kan selalu jadi kenangan
Kau kan selalu jadi idaman
Bagi para hati lembut lainnya
Hati lembutmu selembut embun
Membinasakan kasar hingga halus
Tutur sapamu anggun dan menawan
Sang berhati lembut
Dunia boleh berlaku kejam padamu
Namun kau kan dapat balasan-Nya
Sesuai dengan apa yang kau kerjakan
Doaku selalu menyertaimu
Di saat gundah, di kala resah
Pabila kau tak sempat merasakan indahnya bidadari dunia
Maka kau kan merasakan lebih indahnya bidadari-bidadari surga
Sang berhati lembut
Kau telah merubah hidupku
Kau telah merubah duniaku
Nasihatmu menyentuh kalbu
Keseimbangan tutur bahasamu
Keselarasan cara penyampaianmu
Menggugah selera tuk beramal ibadah
Sang berhati lembut
Jasamu takkan pernah terbalas
Karena keikhlasan Lillahi Ta'ala-mu
Menaikan derajat ke lebih mulia
Hingga ku tak mampu balas jasa-jasamu
Hingga ku menuai rasa manis tak terhingga
Yang telah kau teteskan manisnya surga dunia
Dalam selimut berwujud madu dunia akhirat
KARENA HARTA CINTA BERUBAH
Pada zaman sekarang mencari sesuap nasi itu sangatlah sulit, aku sering terombang-ambing dalam kemelut dunia fana ini. Bahkan sering terhempas ke sana ke mari, ke sini ke situ. Aku sudah merasakan getir pahit manisnya dalam hidup. Mungkin bisa dikatakan dalam usiaku ini tak selayaknya mendapatkan ujian seperti ini. Namun karena aku yakin bahwa Allah akan senantiasa bersama kita. maka semua hal apapun yang terjadi kulalui penuh itikad yang kuat, ku arungi dunia demi kota ke kota terdekat, mulai dari Bandung kota di mana ku di lahirkan, Jakarta, Bekasi, hingga Karawang.... Ketika bekerja di Bandung, tepatnya di Kopo. Di sana, aku benar-benar seperti layaknya seekor kuda yang terus-menerus dicambuk tiada henti dengan upah yang tak sebanding dengan apa yang ku kerjakan. Namun ku tetap mencoba bersabar dan bersyukur menjalaninya. Lalu aku pindah kerja di daerah Pangalengan Bandung Selatan, dengan upah cukup memuaskan. Setelah itu aku pindah lagi ke Jakarta sebagai kontruksi bangunan, yang pada saat itu mengalami kecelakaan diluar dugaanku, dan kejadian itu bukan aku yang mengalaminya akan tetapi teman kerja lainku. Dan peristiwa itu sempat menjadi kabar hangat di stasiun televisi-televisi nasional. Lantas ku pindah lagi ke Bekasi, ya pusatnya industri-industri di Indonesia selain Batam dan Tangerang. Tapi sayangnya, ku di sana bukan di tempat industri yang difavoritkan orang-orang, bahkan di bawah UMR pada umumnya. Dan yang terakhir, di mana sekarang ku bekerja di salah satu perusahaan industri di Karawang, dengan upah cukup besar bagiku dengan upah sekitar 5 kali lipat dari UMR pada umumnya. Ya Insya Allah, lebih dari cukup untuk modal menikah dan untuk menafkahi seorang istri, bahkan untuk anakku kelak.... Amin. Singkat cerita.... Sewaktu ku bekerja di Bandung, Jakarta, dan Bekasi, ku mempunyai seorang kekasih yang berinisial "FK". "FK" mencintaiku sepenuh hatinya dan menerima apa adanya, meski terkadang masalah selalu menghinggapi namun kami selalu menghadapinya bersama-sama. Suatu ketika, kedua orangtua "FK" tak merestui hubungan kami berdua, karena di mata kedua orangtua "FK" hanya harta, harta dan harta. Padahal aku tahu ayah dan ibunya sangat taat dalam menjalankan perintah agama. Tapi entah kenapa, bahwa cinta mesti diukur dengan harta dan penghasilan????!!!! Bahkan orangtuanya seringkali melukai perasaanku dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan padaku, tapi aku selalu sabar dan tabah menerima makian itu. Meski terkadang setiap tetes air mata berlinang basahi kedua pipiku naik surut akan hal itu. Namun setelah ku bekerja di Karawang, kedua orangtuanya berubah total, mereka menjadi santun terhadapku.bahkan ku diperlakukan layaknya seorang raja apabila ku berkunjung ke rumahnya. Namun satu keyakinanku, dan ku selalu berdoa agar hubungan ku nanti dengan "FK" bukan karena harta semata atau apapun itu, akan tetapi karena ibadah dan ikhlas karena Allah. Itu pun jikalau berjodoh.... Amin.
KISAH "3 in 1"
Sebuah kisah yang membingungkan
Masa lalu hinggap tak terduga
Seolah tak saling mengenal satu sama lainnya
Mereka saling terdiam dalam sebuah perjumpaan
Enggan ucapkan suatu kata-kata keindahan
Terhalang dua bagian antara kondisi telah berbeda
Di sisi lain, ada dua buah harapn
Satu harapan, jauh nun di sana
Akan tetapi terasa dekat di hati selalu
Dan satu harapan lagi
Sesuatu hal yang dekat
Namun terasa jauh untuk dihinggapi
Seakan ada benteng menjulang tinggi
Terhalang dan menghambat
Oh, rembulan
Siapakah yang mesti kupilih
Oh, rembulan
Ruang yang berbeda itu
Sesuatu hal tak memungkinkan
Oh, rembulan
Satu harapan itu
Adalah suara hatiku
Oh, rembulan
Dan satu harapan lagi
Adalah suara hatiku pula
Andai hati ini ingin memilih
Maka kuingin memilih "Jauh nun di sana"
Karena ia lebih mantap kupilih
Karena ia lebih pandai menimbang rasa
Karena ia lebih pandai memahami rasa
Karena ia lebih pandai menunjukan perasaan
Yang jadi masalah
Kurasa salah menempatkan
Dia terlalu jauh untuk digapai dengan tanganku
Hal inilah yang buatku ragu dalam keputusan
Mungkinkah ku takkan memiliki keduannya?!
Wallahu'alam
Ternyata kusadar
Betapa lemahnya diri ini tentang cinta
Bila berlarut-larut dalam cinta
Karena ada yang lebih utama dari itu
Yakni keikhlasan hati untuk dapatkan cinta
Tanpa mesti harus memaksakan cinta
Karena keikhlasan hatilah yang dapatkan cinta
Yang selalu diiringi keikhlasan Lillahi Ta'ala
Oh, Tuhan-ku.... Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Ku bersyukur atas segala cinta yang terasa
Meskipun banyak kerumitan tersendiri dalam problema
Semua itu semata-mata ujian terindah bagiku
RONA RAMADHAN
Dimulai makan sahur penuh berkah
Hingga menanti shalat shubuh
Hingga terselang dengan terlelap
Terbangun lalu pergi beraktivitas
Menanti bedug maghrib
Isi luang dengan perbanyak baca Al-Qur'an
Tak terasa hari mulai meredup
Khatulistiwa mulai membelah warna bumi
Adzan maghrib berkumandang syahdu
Berbuka puasa dengan semangkuk kolak
Di sampingnya segelas air mineral
Selepas mereguk air mineral
Pergi ke masjid shalat maghrib
Selang waktu yang paling dekat
Berkumandang adzan isya dengan lembut
Lekas pergi ke masjid
Menunaikan shalat isya dan tarawih
Ruang masjid penuh rapat mamum
Terasa nyaman dalam setiap barisan
Indahnya memperkokoh tali persaudaraan
Dalam berjamaah penuh kebersamaan
Seiring waktu berjalan
Shalat tarawih pun mulai berlalu
Dengan penuh rasa ketentraman kalbu
Malam gelap gulita bertabur bintang-bintang
Gemintang kerlap-kerlip nun jauh di sana
Hiasi warna-warni cahaya indah
Di ruang senyap terhimpit empat buah dinding
Ketika berbaring pejamkan kedua mata
Nyaris tak terdengar apapun
Terkecuali suara detik jam pecahkan kesunyian
"Tak, tik, tuk" terdengar di kuping
Mengikuti detak jantung berdenyut merdu
Mewakili dzikrullah senantiasa mengingat pada-Mu Ya Robbi
Hingga tertidur dan terbangun untuk makan sahur
Subhanallah, walhamdulillah, wasyukurillah
BERBAGI PENGALAMAN....
Ada seorang pemuda berwajah sederhana, ramah, tapi terkadang berani dalam suatu kebenaran, dan selalu santun dalam setiap tulisannya pada teman-temannya di dunia facebook, meskipun ia tidak tahu asal muasalnya, entah dari mana, suku mana, daerah mana bahkan negara mana. Pemuda tersebut kerap menulis sesuatu dan tiap tulisannya tersebut ia tujukan pada seseorang. Namun karena pemuda itu menulis di tempat umum yang kemungkinan banyak orang yang mengetahuinya. Suatu ketika ada seorang gadis yang menyukai tulisan-tulisannya, gadis itu sedikit canggung dan pemalu. Mungkin gadis itu merasa bahwa tulisan-tulisan pemuda itu ditujukan pada gadis itu. Padahal nyatanya pemuda itu tidak samasekali untuk gadis itu, akan tetapi buat gadis lain. setelah gadis itu selidiki, gadis itu tersadar bahwa semua tulisan itu bukan untuk gadis tersebut. Gadis itu menyelidiki setiap teman-teman facebook pemuda itu. Lantas gadis itu menemukan sebuah gambar profil yang ia anggap bahwa pemuda itu menulis untuknya. Setelah gadis itu tahu sejelas-jelasnya, gadis itu merubah gambar profilnya disesuaikan dengan gambar gadis yang dituju oleh pemuda tersebut. Seolah ia pun ingin jadi bagian yang di tulis oleh pemuda itu. Namun yang anehnya gadis itu menghilang entah kemana dari dunia facebook, setelah mengganti gambar profilnya terlebih dahulu...! Namun ada salah satu kesalahan pada diri gadis itu, yakni tidak menyadari bahwa tindakan hal itu kurang tepat, meski pemuda itu menulis buat gadis selain dirinya, bukan berarti pemuda itu akan bersatu dengan gadis yang pemuda itu anggap bahwa gadis itulah yang terbaik baginya, setidaknya gadis itu masih banyak memiliki harapan, peluang dan kesempatan. Pada dasarnya pemuda itu tidak mengetahui bahwa gadis itu menaruh hati padanya, namun dilihat dari tingkah lakunya di dunia facebooknya, ternyata dugaan pemuda itu benar, bahwa gadis itu pasti menyukainya. Dengan tersadarnya pemuda itu, maka pemuda itu merasa bersalah pada gadis itu, karena ia beranggapan semua itu akibat kesalahannya yang tidak ia sadari menulis sesuatu di tempat yang kemungkinan banyak orang membacanya. Meskipun pemuda itu tidak bersalah secara menyeluruh, tetap saja pemuda itu merasa bersalah pada gadis tersebut dan merasa telah mendzalimi gadis itu. Sehingga gadis itu menghilang akibat salah paham.... Dan pemuda itu tak sempat untuk meminta maaf padanya....
"Sahabat.... Kau tahu siapa pemuda itu....? Pemuda itu adalah aku.... Sebab itulah, ku akui.... Aku merasa bersalah pada gadis itu. Namun aku selalu meminta ampunan kepada Allah SWT, jikalau aku bersalah.... Hingga saat ini, dengan pengalaman ini aku lebih memahami perasaan dibandingkan logika...."
T _ T
BUAH NANGKA
Tabir rahasia alam
Membuka jendela kehidupan
Terbuka secara perlahan
Mengundang penasaran
Oh, bintang
Hiasi gemerlapan malam
Oh, bulan
Semarakan indahnya malam
Hewan malam
Mencari mangsa
Menggapai rasa laparnya
Oh, langit
Merubah suasana alam
Oh, bumi
Rotasi kehidupan
Siang dan malam
Tak kenal kesunyian
Bergerak masing-masing
Setiap nama
Memiliki peran
Setiap peran
Memiliki perbedaan
Tiada salah
Dalam perbedaan
Yang salah
Tiada hargai perbedaan
Perbedaan hal biasa
Selama hal itu benar
Selama tak mengada-ada
Selama tak menyimpang dari ayat-ayat
Sungguh Maha Benar Allah atas segala firman-Nya
"...Bak buah nangka
Tak berwujud menarik
Beraroma menyengat
Harum mewangi di kejauhan
Hadirkan sejuta penasaran..."
Buah nangka, buah tidak langka dan mudah didapat, berwujud unik, berduri, dan terlihat tiada menarik. Sederhana namun banyak menyimpan keistimewaan, aromanya yang khas buahnya pun enak untuk dimakan, mungkin sesuai rasa seleranya yang manis bagi setiap lidah manusia. Ada satu hal yang banyak tidak disadari, nangka yang sudah terbelah mungkin tak mengundang penasaran karena sudah banyak tahu rasanya. Akan tetapi nangka yang masih terbalut kulitnya penuh duri akan lebih mengundang rasa penasaran sebab nangka tersebut masih tertutup rapat sebagai mestinya. Coba perhatikan penjual nangka yang nangkanya sudah di belah, pasti calon pembeli boleh megang bahkan boleh mencoba memakannya. Nah, disitulah rasa penasaran itu tak dapat ia rasakan lagi kerena ia sudah mencobanya terlebih dahulu.Coba perhatikan lagi, wanita berkerudung dengan wanita tak berkerudung. Mana yang lebih mengundang penasaran, yang berkerudung atau tidak berkerudung????? Coba perhatikan lagi secara seksama, Sepasang leleki dan wanita belum menikah melakukan "hal itu" dengan yang belum melakukan "hal itu". Pasangan mana yang lebih mengundang penasaran?????
MALU
Kejadian yang memalukan terselipkan kebahagiaan
Di sisi lain malu karena melakukan malu-maluin
Di sisi lain bahagia karena terlihat berseri penuh semangat
Di balik tak sengaja terbitlah sesuatu
Yang membuat malu serta bahagia
Terpaku sejenak hingga diam tak bergerak
Menatap sesuatu yang muncul
Mungkin langit tak merasakannya
Tapi bumi merasakan yang indah itu
Mungkin langit bergerak sewajarnya
Tapi bumi bergerak tak biasanya
Malu ini membawa kesabaran
Malu ini membawa ketentraman
Malu ini membawa kenyamanan
Bahagia ini membawa sinaran
Bahagia ini membawa semangat
Bahagia ini membawa senyuman
Malu terkadang sesuatu yang wajar
Malu terkadang sesuatu yang unik
Malu terkadang sesuatu yang ajaib
Malu berbuat dosa
Malu berbuat maksiat
Malu sebagian dari iman
Malu terkadang sesuatu yang aneh dan tabu bagi yang lain, ada yang malu sesuai dengan tempatnya, ada pula malu tidak bisa menempatkannya. Terkadang pula malu itu sukar untuk dimengerti, yang pastinya malu dimiliki diri setiap manusia itu beraneka ragam karakternya karena hal itu sesuatu hal yang lumrah dan manusiawi. Dengan malu malu pula diri ini bisa belindung demi sesuatu hal yang tak perlu dilakukan, namun terkadang pula malu itu tak dilakukannya padahal seharusnya ia lakukan mungkin karena ada batasan dan keterbatasannya hingga seseorang itu malu. Dan mungkin, malu terkadang membawa keindahan terkadang pula membawa penderitaan.
By. "RF"
^___^

Tiada pernah menilai seorang dari keelokannya
Akan tetapi dari keikhlasan dan ketulusan hatinya
Walau keikhlasan dan ketulushan seorang itu gaib
Karena hanya Allah yang Maha Mengetahui hal itu
Namun hal itu dapat dibaca secara bahasa tubuh
Dan tutur bahasa dalam pernyataannya...
Meskipun hal itu...
Tiada menjamin kesempurnaan dalam penilaian manusia
Paling tidak hal itu batas maksimal upaya manusia...
Keelokan takkan bertahan lama
Ia akan termakan usia dan waktu
Ia akan usang bahkan keriput...
Namun dengan keindahan dalam hati
Hal itu takkan termakan ruang dan waktu
Menembus di luar jangkauan akal nalar manusia...
Dan Allahlah yang Maha lebih Mengetahuinya...
Allah tidak menilai seseorang dari bagus rupanya
Dan dari segi hal apapun jua
Terkecuali, amal ibadah yang dikerjakannya...
Elok ataupun tidak parasnya
Hal itu bukan suatu masalah
Karena keelokan seseorang terletak pada hatinya...
Hatilah penggerak menuju keindahan
Dan hati pula sebagai lentera kehidupan
Menuju niat ikhlas Lillahi Ta'ala
Untuk menggapai Ridho-Nya Illahi...
Ia sosok insan sederhana...
Meskipun sederhana, bagiku luar biasa
Kutahu...
Manusia tiada yang sempurna
Termasuk diriku ini...
Kendatipun penuh dengan kesederhanaan
Selalu tersimpan keindahan dalam sederhana itu...
Allah lebih Menyukai orang kaya beriman
Dibandingkan orang miskin yang beriman
Dan akan tetapi pula...
Allah lebih Membenci orang kaya kufur
Dibandingkan orang miskin yang kufur...
Sesungguhnya Allah itu Maha Indah...
Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Adil dan Bijaksana
Dan sesungguhnya Engkaulah Maha Sempurna lagi Maha Segalanya...
^___^
Ku selalu berbuat salah dan dosa pada kalian berdua
Baik secara sadar ataupun tidak
Mungkin, ku bukan anak terbaik di dunia
Mungkin ku selalu berbuat tidak menyenangkan
Bahkan mungkin, melukai hati kalian berdua
Ya Allah, Ya Robb...
Maafkanlah hamba atas segala dosa hamba
Yang pernah dilakukan semasa hidup...
Selama kalian berdua hidup
Kasih sayangku kutumpahkan
Dalam setiap wujud perbuatan
Walaupun tidak begitu sempurna
Dan masih banyak kekurangannya
Bahkan pula, masih banyak keterbatasan di dalamnya...
Namun tersadar saat ini
Bahwa kulupa dan tak sempat
Untuk membuat sebuah pernyataan
Entahkah, berbentuk puisi, sajak ataupun syair
Bahkan ungkapan secara langsung pun tiada pernah
Kalian tahu...!
Sebuah pernyataan apakah itu...!
"Kusangat sayang kalian berdua..."
"Kucinta padamu ayah dan kucinta padamu ibu..."
Dan tahukah kalian...!
Tentang sebuah kata, "Setia"...!
Ya, "Setia"...
Sebuah kata ini, teringat kalian berdua
Ayah sosok orang setia
Meskipun engkau ditinggal duluan oleh ibu
Engkau tetap setia untuk tidak menikah lagi
Setiamu, hingga ayah hembuskan nafas terakhir
Subhanalloh, romantis sekali...
Semoga kalian berdua bertemu di surga kelak...
Amin...
^___^

Banyak orang terdekatku berkata...
Bahwa aku bukan tipe romantis
Bahkan aku terlihat beraura dingin
Dan romantisnya itu hanya dalam hatinya saja...
Namun sahabat sejatiku berkata...
Di setiap gerak gayaku penuh syair
Ketika kumengibaskan rambut...
Banyak puisi yang melayang-layang di udara
Ketika kulangkahkan kaki...
Untaian sejuta puisi mengintai dari belakang
Bahkan ketika kuberkata...
Kata puitis nan indah bertaburan dari bibirku...
Seperti itulah mereka berkata apa adanya terhadapku...
Yang anehnya...
Aku sendiri tak bisa menilai hal itu
Bahkan kumerasa biasa-biasa saja
Selayaknya orang lain pada umumnya
Tapi, terkadang kumerasakan sesuatu...
Kadang kumerasa banyak kata dalam hati
Namun hal itu, sulit untuk kuungkapkan
Mungkin saja, aku orangnya pendiam
Akan tetapi, mungkin saja kata mereka ada benarnya
Dan biasanya orang lainlah yang pandai menilai seseorang...
Namun ku tak pernah memperdulikannya
Benar ataupun tidak bagiku tak masalah
Yang terpenting ku suka jadi diri sendiri...
Bahkan kadang pula banyak yang lain berkata...
Bahwa aku bagai sang penulis
Bahwa aku bagai sang pujangga
Bahwa aku bagai sang penyair kondang
Bahwa aku bagai sang penyair ternama
Bahwa aku bagai sang penyair terkenal
Padahal hal itu semua tidak benar...
Kalau pun demikian...
Semua hal itu hanya sekedar suka
Semua hal itu hanya sebatas hobi
Dan semua hal itu hanya sekedar dan sebatas
Tidak lebih dari itu...
Namun apapun alasannya...
Kuhargai setiap pendapat dan pernyataan orang
Kuhargai setiap kata-kata dan kalimat orang...
Tiada sedikitpun kumerasa terganggu dengan hal itu
Dan hal itu kuanggap suatu yang wajar...
Semua orang boleh ungkapkan apa saja
Semua orang boleh menilaiku apa saja
Sesuai dengan pemikiran masing-masing
Yang terpenting dalam hal itu tidak melampaui batas...
^___^

Sesungguhnya aku makhluk yang dhoif
Bahkan ada ataupun tiada kedua orangtua tetap kumasih lemah
Namun dengan melibatkan Allah sebagai sandaran
Engkau telah memberikanku kekuatan
Dan Engkaulah membuatku mampu bertahan
Dengan indahnya warna pelangi kehidupan
Dengan segala Cobaan dan Ujian-Mu
Bahkan dengan segala Nikmat-Mu sekalipun...
Sanggup tak sanggup mesti mencoba dan berusaha
Tuk mampu menempatkan segala sesuatunya pada tempatnya...
Tak sedikitpun kumerasa ragu akan Ketetapan-Mu
Bahkan bila kumerasa jauh Dari-Mu
Kumerasa tak nyaman bahkan cemberut
Namun ketika ku slalu mendekatkan diri Pada-Mu
Bathinku serasa nyaman bahkan tersenyum
Hal itulah getar-getar rasa yang dirasa
Getar-getar yang selalu ingat akan Kuasa-Mu
Yang mengalirkan getar-getar indah di sanubariku...
Di setiap getaran...
Terkandung Sifat-sifat-Nya
Di setiap getaran...
Terselipkan Keagungan-keagungan-Nya
Di setiap getaran...
Tersimpan rasa Cinta Kepada Allah dan Rasul-Nya
Subhanalloh, getaran-getaran nan indah...
Yang selalu tumbuh subur dalam hidupku...
^___^

Matahari, tak pernah banyak janji...
Untuk menjalankan peran sebagaimana mestinya...
