Popular Posts
-
Ada hal diluar dugaan Sebelumnya kubayangkan Akan terhalang sesuatu Antara ruang dan waktu Apakah ini suatu pertanda? Bahwa ruang dan waktu ...
-
26-06-2010 13:30 Satu alam di ruang berbeda Hadir sosok bayangnya Melayang di angan-angan Menari-nari di dalam ruang Terdiam sulit ekspresik...
-
Tanpa kau sadari Kau ajariku cinta Kau ajariku mencinta Meski jiwa raga tak menyatu Meski tiada suatu ikatan Namun bayangmu selalu ada Sungg...
-
Rumus hidup sudah benar adanya Hal terindah bagaimana sikap dan cara menyikapinya Dengan suka, lebih bersyukur dalam menyikapinya Dengan duk...
-
Seorang pemuda jujur bekerja sebagai karyawan biasa, lalu pemuda itu melakukan kesalahan ia mengambil uang rekan kerjanya. Saat itu re...
-
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu" Allah Ta'ala menyuruh hamba-Nya, terhadap apa yang mereka dambakan dari kebai...
-
Segenggam harapan Kepalan dalam tangan Bertahan dalam nyanyian Nyaris tak terdengar Menutup segala ruang Memendung segala celah Membungkam a...
-
Dikau tak sempurna Begitu pun daku tak sempurna Hidup dan cinta tak butuh kesempurnaan Namun sikapi semuanya dengan sempurna Meminimalisir y...
-
Melukis bintang di tengah terang benderang Kuwarnai dengan cat lembayung senja Di atas kanvas berkain kehidupan Menggoreskan kuas ...
-
Terkadang selalu berpikir dalam benak Kenapa ku suka padanya? Mungkin ku salah menyukai Mungkin ku salah menempatkan Mungkin dia terlalu ind...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Mengenai Saya
Pengikut

Di suatu hari nan cerah, seorang kakek-kakek bertanya pada seorang gadis ayu,
"Kau sedang melakukan apa, nak?"
Gadis itu menjawab,
"Aku sedang merancang sebuah pelabuhan."
Kakek tua itu merenung sejenak penuh tanda tanya sembari bertanya lagi dan menatap kosong ke wajah gadis itu,
"Untuk apa?"
Gadis itu menjawab lagi penuh dengan senyuman,
"Siapa tahu ada perahu yang singgah dan berlabuh."
Kakek tua itu tersenyum penuh harap untuk gadis itu,
"Semoga yang kamu lakukan, mendapatkan apa yang kau inginkan."
Gadis itu tak menjawab ia hanya tersenyum saja pada kakek tua itu, sembari kedua pipi nya memerah karena tersipu malu.
Gadis itu tak mengharapkan sesuatu hal yang berlebihan, ia tak melihat dari bentuk setiap perahu yang akan berlabuh. Yang ia harapkan adalah kasih sayang yang tulus terhadapnya. Suatu ketika ada kapal mewah berlabuh. Kapal mewah itu berlabuh seolah-olah dia itu sanggup dengan segala persyaratan, karena ia merasa sudah siap mental dan mampu dalam segala hal. Lalu gadis itu menerimanya penuh ketulusan. Dan gadis itu mulai merasakan keindahan sesungguhnya yang selama itu ia idam-idamkan dalam hidupnya. Kebahagiaan itu semakin lengkap sudah, karena yang di kira dan di duga ialah sebuah perahu layar namun yang berlabuh lebih dari itu. Yakni sebuah kapal mewah serta bermesin canggih dan modern.
Beberapa tahun kemudian perahu layar berlabuh. Ternyata pelabuhan itu sudah kosong tak berpenghuni, yang ia rasakan sepi dan sunyi. Namun perahu layar itu tiada rasa kecewa dan menyesal, bahkan ia merasa bahagia penuh senyuman karena merasa puas telah mengarungi lautan dan samudera luas, dan ia telah menaklukan alam dengan perahu layar yang di milikinya. Yang tak pernah lelah dan takut menghadapi badai topan, hujan lebat, petir menyambar bahkan gelombang ombak sekalipun. Dan hal itu ia jadikan sebagai pengalaman hidup berlayar kembali untuk masa yang akan datang bagi dirinya, meski ia tahu ia datang terlambat. Karena perahu layar di milikinya hanya di bantu tenaga dayung dan terpaan angin mengenai sehelai layarnya yang berjalan merayap dan lambat...


Teruntuk: Adam Supriatna, sahabatku nun jauh di sana...
Duhai, sahabat sejatiku...! Sudah lama tak jumpa, rasanya hati ini begitu kangen terhadapmu, ingin segera bertemu denganmu. Namun , tiapku ke rumah saudara kakakku, selalu dalam waktu yang tidak memungkinkan dan tepat waktunya. Kita akan bertemu di suatu saat nanti, meski kita tidak tahu kapan waktunya, tapi kuyakin kita akan bertemu, kawan...

Mungkin ku salah
Memilih hati
Mungkin ku benar
Memilih hati
Hatiku terpilih
Karena ku cinta
Bila logika terpilih
Pasti ku tak cinta
Ku rangkaikan kata
Membasuh jiwaku
Membasuh jiwamu
Membasahi hati
Sirami rohani
Agar kita mampu
Takkan pernah rapuh
Selalu taat patuh
Berdiri pun kukuh
Hingga saling butuh
Keindahan tulus
Kan selalu tumbuh
Kan berjalan mulus
Hingga saling butuh
Luas langit terbentang
Penuh bintang-bintang
Berhiaskan rembulan
Agar engkau tenang
Ketulusan melintang
Kita mampu menerjang
Ketika tiada bersatu
Jangan engkau mengeluh
Ku yakin ku teguh
Ku yakin kau teguh
Menjalani hidup
Lihatlah langit dan bumi
Mereka tak pernah bersatu
Bila bersatu mungkin kan hancur
Hancur berkeping-keping tak tersisa
Lihatlah logika dan hatiku
Mereka tak ingin bersatu
Mereka tahu yang terbaik
Kita ibarat langit dan bumi
Meski hati menginginkanmu
Namun logika tak menginginkanmu
Meskipun hati yang terpilih
Mungkin bukan berarti kita mesti bersatu
Keindahan nan tulus
Kan membawa kerelaan hati
Kan membawa kebersihan hati
Dan membawa keikhlasan hati
Biarlah hatiku menjerit
Biarlah logikaku tertawa
Biarlah hati dan logika berseteru
Yang terpenting kita selalu tersenyum
Secara teori mungkin seperti ini
Namun secara teori Allah apakah sama?
Tentu tidak, karena Allah punya rencana lain
Yang mungkin di luar akal nalar kita
Wallahu'alam

Sesungguhnya memahami Kalamullah adalah cita-cita yang paling mulia dan taqarrub (pendekatan diri kepada Allah) yang paling agung. Amalan ini telah dilakukan shahabat, tabi’in dan murid-murid mereka yang menerima dan mendengar langsung dari guru-guru mereka. Kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya yang mengikuti jejak mereka hingga hari kiamat.
Tidak diragukan, orang pertama yang menerangkan, mengajarkan, dan menafsirkan Al Qur’an adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Para shahabat telah menerima Al Qur’an dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara bacaan dan pemahaman. Mereka mengetahui makna-makna, maksud-maksud dan rahasia-rahasianya karena kedekatan mereka dengan Rasulullah, khususnya Al-Khulafa’ Ar-Rasyidin, Abdullah bin Mas’ud, Ibnu Abbas, Ubai bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Abu Musa Al-Asy’ari dan Abdullah bin Az-Zubair radhiallahu ‘anhum.
Mereka adalah para shahabat yang terkenal alim di antara shahabat lainnya. Para shababat adalah guru-guru bagi tabi’in yang di kemudian hari melahirkan ahli tafsir dari generasi ini di Makkah, Madinah dan Irak. Dari shahabat dan tabi’in, dilahirkan ahli tafsir yang mengetahui sejarah tafsir -di madrasah tafsir dengan atsar (jejak/petunjuk) Nabi dan Shahabat- yaitu imam besar dalam ushul tafsir: Muhammad bin Jarir Ath-Thabari (wafat 310 H).
Ciri khas dari madrasah tafsir dengan atsar adalah menafsirkan ayat Al Qur’an dengan satu atau lebih ayat Al Qur’an lainnya. Bila tidak memungkinkan maka ditafsirkan dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih. Jika tidak ditemukan hadits yang menjelaskannya maka ditafsirkan dengan ucapan shahabat terutama shahabat yang telah disebutkan di atas. Jika ucapan shahabat tidak ditemukan maka dengan ucapan tabi’in seperti Mujahid, Ikrimah, Sa’id bin Al-Musayyib, Sa’id bin Jubair, ‘Atha bin Abi Rabbah dan Al-Hasan Al-Basri. Namun jika semuanya ada, maka biasanya disebut semua.
Adapun menafsirkan Al Qur’an dengan akal semata, haram menurut kesepakatan ulama Ahlus Sunnah, apalagi tafsir yang dilandasi ilmu filsafat -walaupun terkadang benar- termasuk dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Barangsiapa berkata tentang Al Qur’an dengan akalnya atau tanpa ilmu maka siapkanlah tempat duduknya dengan api neraka.” (HR. At-Tirmidzi, hadits hasan)
Di abad ke-8 Hijriyah lahir seorang ulama ahli tafsir yang merupakan alumnus akhir madrasah tafsir dengan atsar. Dialah Isma’il bin ‘Umar bin Katsir rahimahullah, salah seorang murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah (wafat tahun 774 H). Tafsirnya dijadikan rujukan oleh para ulama dan penuntut ilmu semenjak jaman beliau hingga sekarang.
Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah -beliau juga menulis tafsir- mengatakan bahwa Tafsir Ibnu Katsir adalah salah satu kitab tafsir terbaik, jika tidak bisa dikatakan sebagai tafsir terbaik, dari kitab-kitab tafsir yang ada. Al-Imam As-Suyuthi rahimahullah menilai tafsirnya menakjubkan, belum ada ulama yang menandinginya. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah dalam bukunya Al-‘Ilmu menganjurkan penuntut ilmu membaca Tafsir Al Qur’anil ‘Azhim atau yang lebih dikenal dengan Tafsir Ibnu Katsir.
Secara bahasa kata al-Qashash dan al-Qushsh maknanya mengikuti atsar (jejak/bekas). Sedangkan secara istilah maknanya adalah informasi mengenai suatu kejadian/perkara yang berperiodik di mana satu sama lainnya saling sambung-menyambung (berangkai).
Kisah-kisah dalam al-Qur’an merupakan kisah paling benar sebagaimana disebutkan dalam firman Allah ta’ala, “Dan siapakah orang yang lebih benar perkataannya dari pada Allah.?” (QS.an-Nisa’/4:87). Hal ini, kerana kesesuaiannya dengan realiti sangatlah sempurna.
Kisah al-Qur’an juga merupakan sebaik-baik kisah sebagaimana disebutkan dalam firman Allah ta’ala, “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-Qur’an ini kepadamu.” (QS.Yusuf/12:3). Hal ini, kerana ia mencakup tingkatan kesempurnaan paling tinggi dalam capaian balaghah dan keagungan maknanya.
Kisah al-Qur’an juga merupakan kisah paling bermanfa’at sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS.Yusuf/12:111). Hal ini, kerana pengaruhnya terhadap perbaikan hati, perbuatan dan akhlaq amat kuat.
Jenis-Jenis Kisah
Kisah al-Qur’an terbahagi menjadi 3 jenis:
1. Kisah mengenai para nabi dan Rasul serta hal-hal yang terjadi antara mereka dan orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir.
2. Kisah mengenai individu-individu dan golongan-golongan tertentu yang mengandungi pelajaran. Kerananya, Allah mengisahkan mereka seperti kisah Maryam, Luqman, orang yang melewati suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya (seperti tertera dalam surat al-Baqarah/2:259), Dzulqarnain, Qarun, Ash-habul Kahf, Ash-habul Fiil, Ash-habul Ukhdud dan lain sebagainya.
3. Kisah mengenai kejadian-kejadian dan kaum-kaum pada masa Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam seperti kisah perang Badar, Uhud, Ahzab (Khandaq), Bani Quraizhah, Bani an-Nadhir, Zaid bin Haritsah, Abu Lahab dan sebagainya.
Beberapa Hikmah Penampilan Kisah
Hikmah yang dapat dipetik banyak sekali, di antaranya:
a. Penjelasan mengenai hikmah Allah ta’ala dalam kandungan kisah-kisah tersebut, sebagaimana firman-Nya, “Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran). Itulah suatu hikmat yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka).” (al-Qamar/54:4-5)
b. Penjelasan keadilan Allah ta’ala melalui hukuman-Nya terhadap orang-orang yang mendustakan-Nya. Dalam hal ini, firman-Nya mengenai orang-orang yang mendustakan itu,“Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, kerana itu tiadalah bermanfa’at sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan.” (QS. hud/11:101)
c. Penjelasan mengenai kurnia-Nya berupa diberikannya pahala kepada orang-orang beriman. Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing.” (QS. Al-qamar/54:34)
d. Hiburan bagi Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam atas sikap yang dilakukan orang-orang yang mendustakannya terhadapnya. Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya dengan membawa mukjizat yang nyata, zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna. Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku.” (QS.fathir/35:25-26)
e. Cadangan bagi kaum Mukminin dalam hal keimanan di mana dituntut agar tegar di atasnya bahkan menambah frekuensinya sebab mereka mengetahui bagaimana kaum Mukminin terdahulu selamat dan bagaimana mereka menang saat diperintahkan berjihad. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala, “Maka Kami telah memperkenankan doanya dari menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikian itulah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS.al-Anbiya’/21:88) Dan firman-Nya yang lain, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.”(QS.ar-Rum/30:47)
f. Peringatan kepada orang-orang kafir akan akibat terus menerusnya mereka dalam kekufuran. Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memerhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.” (QS.muhammad/47:10)
g. Menetapkan risalah Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, sebab berita-berita tentang umat-umat terdahulu tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala. Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Itu adalah di antara berita-berita penting tentang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini.” (QS.Hud/11:49) Dan firman-Nya, “”Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (iaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah.” (Ibrahim/14:9)
Apa Faedah Pengulangan Kisah?
Ada di antara kisah-kisah al-Qur’an yang hanya disebutkan satu kali saja seperti kisah Luqman dan Ash-habul Kahf. Ada pula yang disebutkan berulang kali sesuai dengan keperluan dan mashlahah. Pengulangan ini pun tidak dalam satu aspek, tetapi berbeza dari aspek panjang dan pendek, lembut dan keras serta penyebutan sebahagian aspek lain dari kisah itu di satu tempat namun tidak disebutkan di tempat lainnya.
Hikmah Pengulangan Kisah
Di antara hikmah pengulangan kisah ini adalah:
- Penjelasan betapa pentingnya kisah sebab dengan pengulangannya menunjukkan adanya perhatian penuh terhadapnya.
- Menguatkan kisah itu sehingga tertanam kukuh di hati semua manusia
- Memerhatikan masa dan kondisi orang-orang yang diajak bicara. Kerana itu, anda sering mendapatkan kisahnya begitu singkat dan biasanya keras bila berkenaan dengan kisah-kisah dalam surah-surah Makkiyyah, namun hal sebaliknya terjadi pada kisah-kisah dalam surah-surah Madaniyyah
- Penjelasan sisi balaghah al-Qur’an dalam pemunculan kisah-kisah tersebut dari sisi yang satu atau dari sisi yang lainnya sesuai dengan tuntutan kondisi
- Nampak terangnya kebenaran al-Qur’an dan bahawa ia berasal dari Allah ta’ala dimana sekali pun kisah-kisah tersebut dimuat dalam beragam jenis namun tidak satu pun terjadi kontradiksi.

Banyak orang terdekatku berkata...
Bahwa aku bukan tipe romantis
Bahkan aku terlihat beraura dingin
Dan romantisnya itu hanya dalam hatinya saja...
Namun sahabat sejatiku berkata...
Di setiap gerak gayaku penuh syair
Ketika kumengibaskan rambut...
Banyak puisi yang melayang-layang di udara
Ketika kulangkahkan kaki...
Untaian sejuta puisi mengintai dari belakang
Bahkan ketika kuberkata...
Kata puitis nan indah bertaburan dari bibirku...
Seperti itulah mereka berkata apa adanya terhadapku...
Yang anehnya...
Aku sendiri tak bisa menilai hal itu
Bahkan kumerasa biasa-biasa saja
Selayaknya orang lain pada umumnya
Tapi, terkadang kumerasakan sesuatu...
Kadang kumerasa banyak kata dalam hati
Namun hal itu, sulit untuk kuungkapkan
Mungkin saja, aku orangnya pendiam
Akan tetapi, mungkin saja kata mereka ada benarnya
Dan biasanya orang lainlah yang pandai menilai seseorang...
Namun ku tak pernah memperdulikannya
Benar ataupun tidak bagiku tak masalah
Yang terpenting ku suka jadi diri sendiri...
Bahkan kadang pula banyak yang lain berkata...
Bahwa aku bagai sang penulis
Bahwa aku bagai sang pujangga
Bahwa aku bagai sang penyair kondang
Bahwa aku bagai sang penyair ternama
Bahwa aku bagai sang penyair terkenal
Padahal hal itu semua tidak benar...
Kalau pun demikian...
Semua hal itu hanya sekedar suka
Semua hal itu hanya sebatas hobi
Dan semua hal itu hanya sekedar dan sebatas
Tidak lebih dari itu...
Namun apapun alasannya...
Kuhargai setiap pendapat dan pernyataan orang
Kuhargai setiap kata-kata dan kalimat orang...
Tiada sedikitpun kumerasa terganggu dengan hal itu
Dan hal itu kuanggap suatu yang wajar...
Semua orang boleh ungkapkan apa saja
Semua orang boleh menilaiku apa saja
Sesuai dengan pemikiran masing-masing
Yang terpenting dalam hal itu tidak melampaui batas...
^___^
Dalam suasana hidupku selalu ada kisah menarik untuk di bahas, bahkan tiap sesuatu hal terjadi padaku, ku selalu mengukir kisah itu dalam memori benakku dan hatiku. Disetiap kisah silih berganti tersusun dalam bab catatan ku nan indah karena dalam setiap kisah yang telah di alami hampir semuanya terkesan indah dan menurutku kisah yang paling indah adalah setiap kisah muncul cerita baru dalam hidupku dan hal itu sesuatu yang penuh ketidakpastian yang belum tahu akan akhir dari cerita baru itu karena hanya Allah Ta'ala yang tahu. Dan yang aku tunggu bukan dari berhasil atau tidaknya dari cerita itu namun sekedar tahu dari akhir cerita itu saja aku sudah merasa bahagia apalagi kalau akhir cerita itu berakhir sesuai dengan keinginanaku pasti ku 'kan bahagia bercampur sulit membayangkan kebahagiaan itu karena yang pastinya rasa bahagia itu tak terlukiskan indahnya. Dan jikalau cerita itu berakhir tidak sesuai dengan yang diharapkan maka ku sambut hal itu dengan penuh senyuman. Setiap kisah yang datang ku jarang menulis dengan tulisan tangan, bahkan dengan teknologi canggih sekalipun karena ku merasa takut seandainya semua kisah ku luahkan semuanya mungkin yang lainnya tak kebagian tempat karena semua ruangan tempat menulis tak ada celah untuk mencurahkan tulisannya. Hihihi ^__^ . Dan cukup semua itu ku tulis dalam catatan daya ingat ku tanpa mesti memberi tahu pada siapapun terkecuali hanya sebagian kisah saja ku ceritakan, itu pun kalau menurut ku ada manfaatnya untuk di jadikan sebagai berbagi solusi dalam menaklukkan kehidupan ini, meskipun hal itu belum tentu jadi solusi terbaik bagi yang lain. Tapi terkadang hidup itu mesti saling berbagi karena dalam setiap berbagi itu mendatangkan erat dalam persaudaraan dan juga sebagai bentuk bersilaturohim antar sesama, baik secara sadar atau pun secara tidak di sadari. Dan mungkin catatan tentang kisah ku tiada menarik bagi yang lain akan tetapi hal itu bagiku sesuatu yang pantas untuk ku jadikan sebagai pengalaman hidup yang amat berharga bagiku hingga dalam tiap ukiran-ukiran kisah itu selalu tersimpan bahasa sastra yang cukup indah bagiku, meskipun tak akan pernah bisa sebanding dan seindah firman-firman-Nya Allah Ta,ala terdapat dalam AL-Qur'an yang amat sangat indah yang didalam setiap firman-firman-Nya Allah Ta'ala selalu penuh petunjuk dalam kehidupan sehari-hari bagi umat di seluruh dunia. Dan dengan demikian semua ajaran AL-Qur'an itu hak dan sangat indah nilai sastra nya bagi siapapun yang benar-benar mengerti dan memahami baru ia akan merasa, bahwa tiada tuntunan ajaran, kisah dan berita yang lebih indah susunannya daripada AL-Qur'an. Bahkan, walau di ulang beberapa kali tak akan menjemukan, sebab pada tiap kali ulangan terasa mendapat hikmah dan rasa nikmat yang baru dan hangat...
(QS. Al-An'aam: 115)
INDAHNYA ALLAH DAN RASUL-NYA
Ya Rabb...
Apa aku salah bila prinsip hdupku
Kulabuhkan kepada Muhammadiyah?!
Apakah aku salah bila hal itu kubawa hingga meninggal?!
Muhammadiyah, bukan tujuan tapi sarana meraih tujuan
Aku tahu hal ini bukan hal utama
Keutamaan ialah saling membina persatuan
Perbedaan dijadikan bagian dari kesatuan
Selama perbedaan itu tiada menyimpang
Dari tuntunan Allah dan Rasul-Nya
Insan terkadang egois
Mersa paling benar
Bahkan lebih mengetahui
Apa yang Diketahui Allah
Dan apa yang tidak diketahuinya
Memasuki area Urusan Allah
Ketika merasa makin benar
Semakin merasa paling beriman...
Semakin tak beradab
Semakin tiada bijak
Semakin tiada mampu
Menempatkan segala sesuatunya pada tempatnya
Sederhananya...
Banyak belum tentu benar
Sedikit belum tentu salah
Bisa jadi keduanya benar
Bisa jadi keduanya salah
Bisa jadi hanya satu yang benar
Dan hanya Allah-lah Maha Benar lagi Maha Sempurna
Dan hanya Allah-lah yang lebih Maha Mengetahui
Allah Ta'ala dapat Memahami dan Memaklumi
Sesungguhnya insan itu lemah
Allah Maha pengampun, Maha Penyayang lagi Maha Bijaksana
Engkau Pelindung, Pemimpin kami
Hanya Kepada-Mu tempat berharap dan berserah diri
Tiada daya upaya dan kekuatan
Kecuali dengan Pertolongan-Mu
Allah Maha Agung...
Kekuasaan-Mu meliputi langit dan bumi
Dan mengetahui semua yang terang, samar bahkan tersembunyi
Serta tiada yang mengetahui kecuali Allah
Perhitungan-Mu terhadap semua perbuatan lahir bathin
Dan hanya Engkau-lah mengadakan Hisab-Mu atas semua itu...
"Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatan itu. Maka Allah Mengampuni siapa yang Dikehendaki-Nya dan Menyiksa siapa yang Dikehendaki-Nya dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Baqarah: 284)
"Sesungguhnya Allah membebaskan dari umatku kekeliruan dan lupa dan yang dipaksakan kepadanya."
(HR. Ibnu Majah)
"Ingatlah, bahwa sesungguhnya aku seorang manusia dan sering datang kepadaku orang-orang yang berselisih. Mungkin yang satu lebih pandai mengemukakan alasan daripada lawannya sehingga aku menenangkannya. Maka barangsiapa yang aku menangkan padahal hal itu berarti mengambil hak seorang muslim, maka itu semua dengan aku memberi padanya sepotong api neraka, terserah kepadanya untuk diterima atau ditinggalkan."
(HR. Bukhari dan Muslim)
"Sesungguhnya Allah memaafkan untukku apa-apa yang tergerak dalam hati, selama belum dikatakan atau dilakukan."
(HR. Bukhari dan Muslim)
"Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu'min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali Kepada Perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (Kepada Perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adilah. Sesungguhnya Allah Menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah Kepada Allah supaya kamu mendapat Rahmat."
MAHA BENAR DAN MAHA INDAH SASTRA DAN SEGALA FIRMAN-NYA
Al-Qur'an itu tiada lain
Hanyalah Peringatan Semesta Alam
(Yaitu) bagi siapa di antara kamu
Yang mau menempuh Jalan yang Lurus
(QS.At-Takwiir:27-28)
Katakanlah...
Al-Qur'an itu adalah penawar
Bagi orang-orang yang beriman
(QS.Fushshilat:44)
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat
Tercatat dalam Buku-buku Catatan
Dan segala (urusan)...
Yang kecil maupun yang besar adalah Tertulis
(QS.Al-Qamar:52-53)
Dia Menciptakan manusia
Mengajarkan pandai berbicara
Matahari dan bulan (Beredar) Menurut Perhitungan
Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS.Ar-Rahman:2,4,5 dan 13)
Dan Kami Jadikan tidurmu untuk istirahat
Dan Kami Jadikan malam sebagai pakaian
Dan Kami Jadikan siang untuk mencari penghidupan
Dan Kami bangun di atasmu tujuh buah (langit) yang kokoh
Dan Kami Jadikan pelita yang amat terang (matahari)
Dan Kami Turunkan dari awan air yang banyak tercurah
Supaya Kami Tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan
Dan kebun-kebun yang lebat?
(QS.An-Naba:9-16)
Apabila langit terbelah
Dan apabila lautan Dijadikan meluap
Dan apabila kuburan-kuburan Dibongkar
Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui
Apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya
(QS.Al-Infithaar:1-5)
Apabila matahari Digulung
Dan apabila bintang-bintang Berjatuhan
Dan apabila gunung-gunung Dihancurkan
Dan apabila langit Dilenyapkan
Dan apabila neraka jahim Dinyalakan
Dan apabila surga Didekatkan
Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui
Apa yang telah dikerjakannya
(QS.At-Takwiir:1-3 dan 11-14)
Tahukah kamu apa hari Pembalasan itu?
Sekali lagi, tahukah kamu apa hari Pembalasan itu?
(Yaitu) hari (ketika)...
Seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain
Dan segala Urusan pada hari itu dalam Kekuasaan Allah
(QS.Al-Infitaar:17-19)
Subhanalloh...
^___^
