Popular Posts
-
Ada hal diluar dugaan Sebelumnya kubayangkan Akan terhalang sesuatu Antara ruang dan waktu Apakah ini suatu pertanda? Bahwa ruang dan waktu ...
-
26-06-2010 13:30 Satu alam di ruang berbeda Hadir sosok bayangnya Melayang di angan-angan Menari-nari di dalam ruang Terdiam sulit ekspresik...
-
Tanpa kau sadari Kau ajariku cinta Kau ajariku mencinta Meski jiwa raga tak menyatu Meski tiada suatu ikatan Namun bayangmu selalu ada Sungg...
-
Rumus hidup sudah benar adanya Hal terindah bagaimana sikap dan cara menyikapinya Dengan suka, lebih bersyukur dalam menyikapinya Dengan duk...
-
Seorang pemuda jujur bekerja sebagai karyawan biasa, lalu pemuda itu melakukan kesalahan ia mengambil uang rekan kerjanya. Saat itu re...
-
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu" Allah Ta'ala menyuruh hamba-Nya, terhadap apa yang mereka dambakan dari kebai...
-
Segenggam harapan Kepalan dalam tangan Bertahan dalam nyanyian Nyaris tak terdengar Menutup segala ruang Memendung segala celah Membungkam a...
-
Dikau tak sempurna Begitu pun daku tak sempurna Hidup dan cinta tak butuh kesempurnaan Namun sikapi semuanya dengan sempurna Meminimalisir y...
-
Melukis bintang di tengah terang benderang Kuwarnai dengan cat lembayung senja Di atas kanvas berkain kehidupan Menggoreskan kuas ...
-
Terkadang selalu berpikir dalam benak Kenapa ku suka padanya? Mungkin ku salah menyukai Mungkin ku salah menempatkan Mungkin dia terlalu ind...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Mengenai Saya
Pengikut
Melukis bintang di tengah terang benderang
Kuwarnai dengan cat lembayung senja
Di atas kanvas berkain kehidupan
Menggoreskan kuas perjalanan
Ini Rahasia Allah
Semua akan indah pada waktunya
Alhamdulillah...
Walaupun tiada bersuara
Hati ini tetap dapat melukis keindahan
Dan biarkan hati ini melukis sesuai kehendaknya
Dan biarkan lukisan hati ini mewakili suara hati yang tiada bersuara
Dan biarkan hati ini menentukan kuas, kanvas serta goresannya
Hingga menuju Garis Takdir Ridha-Nya yang terindah...
Aamiin
^___^
Yaa Rabb...
Waktu kan terus berlalu
Mungkin, menua tiada menentu
Diam bukan tak tahu
Diam karena tahu dirimu satu
Tiada pernah menyalahkan waktu
Karena Waktu hanya Milik-Mu
Sekalipun Engkau Menakdirkan tiada bersatu
Izinka hamba selalu Mencintai-Mu
Mungkin, cinta yang terkenal
Memberi dan menerima
Cinta mulia hanya memberi, memberi dan memberi
Dua titik senyum
Agar dua hati bersatu
Tiada harap bahagia masing-masing
Melainkan bahagia bersama-sama
Kunci ketenangan bathin
Bahagia dunia dan akhirat
Selalu Ingat Allah Ta'ala
Sabar, syukur dan selalu ikhlas
Suatu ketenangan bathin sudah didapat
Namun hanya satu kebohongan
Membohongi hati nurani sendiri
Memusnahkan ketenangan itu
Yaa Rabb...
Apakah pantas satu kejujuran ini terungkap
Sedangkan ketidakseimbangan kata hati terkunci rapat
Allahu'alam...
Dan saat terindah...
Dimana kau mampu tersenyum
Dalam menghadapi apapun yang tengah terjadi
^___^

Rumus hidup sudah benar adanya
Hal terindah bagaimana sikap dan cara menyikapinya
Dengan suka, lebih bersyukur dalam menyikapinya
Dengan duka, lebih bersabar dalam menyikapinya
Suka maupun duka, keduanya Anugerah Terindah-Nya
Jika suatu hari
Aku pergi dan menghilang
Rindukan aku, dalam semua kebaikanku
Lupakan aku, dalam semua keburukanku
Doakan aku, selalu dalam Lindungan-Nya
Jika suatu hari aku meninggal
Doakan aku, disetiap sujud Kepada-Nya
Jika ada suatu kesalahan
Mohon dimaafkan semua kesalahanku itu
Hanya melukis keindahan
Tiada terbesit sedikitpun dalam hati rasa benci
Kasih sayang ini selalu tumbuh subur
Terserah, hendak melukis keindahan atau keburukan?
Aku takkan memaksa kehendak
Allah Maha Tahu yang pantas bagi Hamba-Nya
Namun satu hal yang pasti
Segala ucapan dan perbuatan ada pertanggungjawabannya
Dihadapan Allah dan manusia
Hanya ikhlas yang melekat indah dalam diri
Tiada suatupun yang tercampur
Murni di lubuk hati yang paling dalam
Dan waktu itu...
Waktu yang paling indah
Dimana segala sesuatu yang diharapkan ada di sana
Sebuah taman yang indah...
Dimana segala sesuatunya akan kembali
Di sesuatu tempat yang abadi
Surgalah tempat kembali dan sebaik-baiknya tempat...
Aamiin
^___^

Saat embun menetes di pagi hari, kau terdiam
Saat embun tak ada di senja hari, kau tak simpati
Saat embun kalah, kau tetap mengabaikan
Dan di saat embun bertanya, kau pun tak pernah menjawabnya
Sebenarnya apa yang kau harapkan...?
Kita terbangun di pagi hari dengan air mata
Bukan menangis karena derita
Bukan pula menangis karena keadaan
Tapi rasa syukur kita, karena Allah telah Menyadarkan
Kita terbangun di malam hari, dengan penuh doa
Bukan berdoa karena rindu berjumpa
Bukan pula berdoa karena tak berdaya
Tapi, berdoa agar Allah Merestui Cinta kita
Di saat-saat kita kalah, Allah Memberi kekuatan
Allah tak Membiarkan kita tak berdaya
Allah Beri sejuta Hidayah pada kita
Karena kita, benar-benar dalam Lindungan Cinta Terindah-Nya


^___^

Saat ini teringat seseorang
Seorang sahabat pena
Ia seorang perempuan berinisial "L"
Dia cukup muda dan belia
Namun ia mampu menerka
Apa yang aku sampaikan
Dia benar-benar indah
Dia satu-satunya wanita luar biasa yang kukenal
Dia mampu menguasai keindahanku
Dia lembut dan tutur bahasa yang baik, sopan dan santun
Disetiap tulisannya menjiwai, penuh perasaan dan penghayatan
Dan ia pun penuh wawasan dalam keterbatasan usianya yang belia
Selama mengenalnya...
Aku belum pernah bertemu dengannya
Bahkan niat saling untuk bertemupun tiada
Ia gadis yang baik dan kental akan agama
Ia gadis sederhana, bersahaja dan apa adanya
Aku suka akan karya tulisannya
Meskipun aku tak pernah utarakan padanya
Bahwa aku menyukai karyanya yang penuh makna
Yang aku tahu dia mengharapkan...
Menjadi seorang penulis
Dia punya bakat dalam hal itu
Aku yakin kalau dia kan jadi sesuatu
Semoga impiannya terwujud sesuai dengan harapannya...
Aamiin...
Meskipun aku tahu
Sekarang entah di mana keberadaan dan keadaannya
Karena kami sudah cukup lama tak ada kabar saling berbagi lagi...
Semoga dia selalu dalam keadaan baik-baik saja
Selalu istiqamah dan selalu dalam Lindungan-Nya...
Aamiin...
"Terima kasih ukhti, kau kenangan dan kisah terindahku..."
"Yaa Rabb... Jika ada suatu khilaf dan salah diri ini terhadapnya
Mohon ampun, maaf lahir dan bathin..."



^___^

Hidup adalah pilihan, dan pilihan terindah adalah jadi diri sendiri. Terkadang dalam suatu pilihan ada rasa bimbang bahkan membingungkan, hal itu karena pengaruh keplinplanan, gamang bahkan galau sekalipun dalam suatu pilihan, yang terkadang hal itu tidak disadari oleh diri sendiri. Jika hal tersebut dibiasakan dalam suatu pilihan dan berani menyimpulkan suatu pilihan, hal itu sangat membantu dalam sebuah pilihan tersebut. Dan rasa kekhawatiran itu takkan pernah ada lagi jikalau berani memilih. Memilih bukan sesuatu hal yang menakutkan, yang menakutkan adalah ketika tidak bisa memilih dan mengambil suatu keputusan. Dalam hal ini sudah jelas mampu membedakan antara galau dan tidak galau. Dan ingatlah ketika merasakan hal itu, libatkanlah Allah dan gunakanlah suara hati yang paling dalam. Ketika semuanya telah dilakukan hendaklah bertawakkal. Karena sesungguhnya bertawakkal itu tersimpan ketenangan, kesabaran dan rasa syukur Terhadap Allah yang Maha Membolak-balikan hati tiap Hamba-Nya. Terkadang Allah tidak selalu Memberi apa yang diinginkan, namun Allah selalu Memberi apa yang dibutuhkan...
^___^

Kita boleh saja jadi diri sendiri, namun bukan berarti mesti melukai hati orang lain, dari sudut pandang dan pendapat yang lain. Jadilah matahari, yang memberikan seberkas cahaya terhadap bumi penuh tulus, ikhlas tanpa balas jasa dan tiada paksa. Ketika ada perbedaan, apakah perlu diperdebatkan? Sedangkan perselisihan itu tidak baik untuk ketentraman dan kedamaian. Apakah perlu kita berteriak bahwa kitalah yang paling benar dalam suatu pandangan? Sedangkan kita tahu bahwa benar itu datangnya dari Allah Ta’ala, bukannya dari Makhluk-Nya. Dan kita kembalikan pada niat… Terkadang tidak sesederhana itu, ketika kita mersa benar, kita berpikir, “Hal ini bukan masalah niat, akan tetapi masalah aturan.” Yang jadi pertanyaan, aturan yang mana. Aturan Allah-kah? Aturan Rasul-kah? Atau aturan kita sendiri (menyesuaikan kehendak hati yang datangnya dari hawa nafsu untuk memenangkan sebuah pendapat tersebut)? Jikalau memahami suatu kebijakan dan kebajikan, maka tutur bahasa yang baik adalah, “Masing-masing”... Namun ketika ada kesesatan dan kesalahan dalam cara pandang dan menafsirkan sesuatu (tidak sesuai dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits). Maka hendaklah wajib meluruskannya, namun bukan berarti menghalalkan segala cara. Karena islam hadir penuh cinta dan kasih sayang bagi semesta alam…


^___^


