Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Mengenai Saya

Foto saya
Bijaksana, baik hati, sederhana, dan terkadang humoris

Pengikut

Kamis, 11 Februari 2010




Aku mersa hilang akan bayangmu
Terdiam seakan meninggalkanku
Seolah menutup lembaran kisahku



Bayangmu sirna merasa kutakut
Aku takut akan kehilangan dirimu
Menghilang beserta bayangmu



Saat ini kumerasa dan percaya
Bahwa ku tak tahu terjadi kelak
Bahwa kusadar dalam tersadarku



Kumerasa bahagia sebatas bayangmu
Yang sempat temani dalam mimpiku
Bahkan bayangmu selalu ada di hidupku



Dapat bayangnya saja kumerasa riang
Apalagi jiwa dan bayangmu kumiliki seutuhnya
Mungkin sulit kugambarkan di setiap keindahannya



Koas mini pun kan merasa malu
Cat warna pun kan tesipu malu
Kanvas pun kan salah tingkah dibuatmu
Pabila melukiskan keindahan tentang dirimu



Koas mini bergetar saat menorehkan
Cat warna kalah akan warna indahmu
Kanvasnya tak sebening dan seputih hatimu



Saat tertawa
Selalu ada keindahan
Saat tersenyum
Selalu ada keindahan
Saat melamun
Selalu ada bayang indahmu



Pada dasarnya akal menutup tirainya
Namun hati selalu membuka tirainya
Bahkan selalu membiarkan jendelanya terbuka



Akal hanya mampu terdiam
Melihat prilaku sang hati
Demi terciptanya keseimbangan
Demi tercptanya kedamaian



Akal hanya mampu berbisik
Mungkinkah hal itu terjadi?
Mungkinkah hal itu terlaksana?
Jawabnya hanya ada pada dirinya




Ku yakin kau takkan pernah tahu
Bagaimana cara bayangmu muncul




Bayangmu perlahan tiba-tiba
Di batasi lingkaran di atas kepala
Ku tepuk dengan kedua tanganku
Agar bayangmu sirna di benakku




Namun bayangmu tak mudah lelah
Ia selalu setia melingkari di atas kepala
Bayangmu selalu terapung-apung di kepala




Karena bayangmu selalu ada
Ku biarkan bayangmu melayang
Karena setiap ku hindari
Tetap saja bayangmu hadir kembali




Ku tak pernah memaksakan
Ku biarkan indahmu melayang
Mungkin ku biarkan bayangmu hingga jemu
Mungkin ku biarkan bayangmu hingga bosan




Karena ku tak mampu menghindar
Karena ku tak mampu 'tuk melawan
Karena ku tak mampu 'tuk menentang




Meskipun kau tak pernah tahu
Ku tak akan memperdulikannya
Hanya ku seorang merasakan hadir bayangmu




Meskipun bayangmu takkan pernah tahu isi hatiku
Ku ikhlas bayangmu selalu melayang di anganku
Ku ikhlas bayangmu selalu mengusik debaran hatiku




Namun satu hal keyakinanku
Bila kau bersanding dengan yang lain
Dengan sendirinya bayangmu akan lenyap
Dengan sendirinya bayangmu akan hilang




Karena ku semakin yakin
Ku tak berhak memberi keikhlasan
Untuk merelakan bayangmu melayang-layang
Karena dirimu bukan sebuah layang-layang
Yang mesti ku terbangkan sesuka hatiku



Rabu, 10 Februari 2010





Ia selalu ada
Dalam sadar ataupun tidak
Andai ada keseimbangan
Jalani terasa ringan
Tak ada lagi keraguan
Berat sebelah
Jadi halangan
Berat sebelah
Jadi tantangan
Berat sebelah
Jadi salah tingkah
Terkesan pura-pura
Terkesan rekayasa
Terkesan sementara
Namun berkesan indah
Kesan indah sukar dilupakan
Pesan indah sukar diabaikan
Kesan dan pesan jadi berkaitan
Berkaitan belum tentu menyatu
Menyatu belum tentu abadi
Abadi belum tentu sejati
Sejati pasti mendatangkan abadi
Keseragaman, Keserasian dan keseimbangan
Butuh kesabaran untuk memulainya
Butuh kesabaran untuk mengawalinya
Sabar sesuatu hal yang sulit
Bila berpikir secara sulit
Sabar sesuatu hal yang mudah
Bila berpikir secara mudah
Mungkin orang sabar
hanya orang tertentu yang memilikinya
Mungkin orang sabar
Hanya orang banyak pengalaman
Tentunya tidak...
Orang sabar
Orang yang mampu mengendalikan diri
Orang sabar
Orang yang hidupnya terbiasa dengan bersabar
Dan orang sabar
Orang yang mampu menerima kenyataan yang ada
Sabar biasanya mencerminkan kedewasaan seseorang
Sabar biasanya mencerminkan ketabahan seseorang
Sabar biasanya mencerminkan kebijakan seseorang
Hadapi segalanya penuh kesabaran yakni sholat dan sabar
Susuri hari-hari nan indah
Melewati suka maupun duka
Tak pernah letih dan lelah
Kewajiban untuk melangkah dan bertahan
Tak sedikitpun mencoba tuk berhenti
Tak sedikitpun mencoba tuk berpaling
Melangkah menggapai ridho-Nya Illahi
Kemanapun langkah berpijak
Selalu ingin berpegang teguh di jalan Allah
Untuk mencari pintu surga-Mu ya Robb
Yang selalu dirindu dan dinantikan
Kebahagiaan dunia dan akhirat
Tentunya tidak mudah untuk dilalui
Penuh cobaan dan rintangan untuk dihadapi
Tantangan dalam hidup sikapi penuh tawakal
Tak usah putus asa dan menyerah
Demi menaklukkan segala warna-warni kehidupan
Terkadang hidup tergantung kapasitas yang dimiliki
Kemampuan untuk menggapai bersifat duniawi
Yang terkadang diluar kemampuan dan kesanggupan
Hidup adalah berikhtiar dan berusaha
Semampu dan sebisa mungkin dilakukan
Jangankan yang mampu
Yang tidak mampu sekalipun mencoba untuk mampu
Setelah berusaha selebihnya hanya Allah yang menentukan
Apapun yang Allah berikan syukuri dan menerimanya
Penuh keikhlasan dan kerelaan sepenuh hati
Janji Allah takkan pernah ingkar pada umat-Nya
Allah akan menepatinya sesuai dan setimpal
Selama umat-Nya bisa kenapa mesti ditunda
Selama umat-Nya mampu kenapa mesti bilang, "ah...'
Selama umat-Nya sanggup berkata "ya" kenapa mesti "tidak'
Laksanakan perintah-perintah-Nya
Dan jauhi Larangan-larangan-Nya
Insya Allah, bahagia dunia dan akhirat
Amin ya robbal 'alamin




Bayangnya hadir kembali
Entah kebetulan atau tidak
Entah tak disengaja atau tidak
Entah disengaja atau tidak
Hanya Tuhan yang tahu



Ia hadir sejenak
Namun terasa lama
Rasanya ingin terus ada



Bayangnya hadir satu kali
Namun terasa sekian kali
Rasanya ingin berkali-kali



Meski hanya selintas
Hanya sekejap melintas
Hadirkan selintas indah



Tiada dipkirkan
Tiada dibayangkan
Bayangnya melintas indah



Saat tak berkuasa hati berdebar bertalu-talu
Mengiringi dalam lintasan bayangan
Mengiringi dalam lintasan keindahan



Seakan melintasi di luar kesadaran
Seakan melintasi di dalam kesadaran
Tenggelam dalam indahnya lintasan



Bahkan dalam kesadaran
Bayangnya selalu melintas
Melewati lintasan-lintasan indah



Andai saja ia tahu
Mungkin akan terasa malu
Andai saja ia tiada tahu
Mungkin akan semakin malu



Maaf, bayangnya selalu ada di hati
Maaf, bayangnya selalu ada di sanubari
Dan maaf, bayangnya selalu melintas indah






Bandung, 5 Juni 2010

^___^




Terkadang selalu berpikir dalam benak

Kenapa ku suka padanya?


Mungkin ku salah menyukai
Mungkin ku salah menempatkan
Mungkin dia terlalu indah untukku
Meski merasa yakin dia lah yang ku suka



Terkadang ku berpikir...

Mungkinkah dia suka padaku!?


Secara logika...
Sepertinya tidak
Secara nurani...
Sepertinya rasa belaka



Terkadang ku berpikir...
Mungkin lembaran-lembaran tertulis
Kan jadi sebuah pembungkus gorengan
Mungkin kan jadi selebaran kertas kiloan

Wallahu'alam



Ku selalu berpikir indah padamu
Ku selalu berpikir positif terhadapmu
Apa yang ku pikirkan selalu indah padamu



Asmara tak selalu mendatangkan keindahan
Asmara tak selalu mendatangkan kegemilangan
Asmara tak selalu mendatangkan penderitaan



Pecinta sejati kan selalu tabah
Pecinta sejati kan selalu sabar
Pecinta sejati kan selalu tegar



Seumpama cinta lepas dari genggaman
Sambut dengan senyuman terindah
Sambut dengan kerelaan sepenuh jiwa
Meskipun cinta itu hanya untuknya



Cinta tak dapat dipaksa
Mengalir lembut sesuai fakta
Terima segalanya penuh realita
Semuanya takdir Yang Maha Kuasa



Suatu saat nanti kan merasa
Bahwa cinta sejati kan didapat
Cinta sejati kan selalu ada



Syukuri apa yang ada
Bersabar apa yang didapat
Ketentraman hati dalam pendirian
Qana'ah, Sakinah, dan istiqamah



^___^


Sabtu, 06 Februari 2010

Karangan cerita karya: Tira Risyadi

Cerita ini hanya karangan belaka bila ada kesamaan dalam alur cerita kisah ini, itu hanya kebetulan saja...

Ridwan seorang pemuda sederhana ia bekerja di Jakarta dengan penghasilan tak seberapa namun ia selalu bersyukur dan menerima apa yang didapat. Suatu ketika Ridwan jatuh hati kepada seorang gadis yang bernama Farida, ia seorang Mahasiswa dan ia juga bekerja. Akhirnya pun Ridwan dan Farida menjadi sepasang kekasih, Farida mencintai Ridwan apa adanya meski Ridwan hanya lulusan SMU. Farida mencintai Ridwan bukan karena parasnya yang tampan tapi melihat hati tulus Ridwan yang begitu terlihat bersinar di pancaran sorot kedua matanya yang begitu tajam, hingga tatapan matanya begitu menyejukan bagi setiap orang yang memandangnya. Begitu pun Ridwan mencintai Farida bukan karena kecantikannya akan tetapi karena kelembutan hatinya yang begitu tulus dan suci mencintainya tanpa memandang sebelah mata pada setiap orang termasuk pada Ridwan yang hanya lulusan SMU.
Setiap malam mingguan Ridwan dan Farida sering merencanakan janji untuk bertemu dan setiap pertemuan itu selalu berkesan indah tanpa ada sesuatu yang seakan-akan mengusik dalam hubungannya. Suatu ketika mereka jalan-jalan ke sesuatu tempat rekreasi yang di tempat itu terdapat banyak sesuatu hal indah, yang sebelumnya belum pernah mereka jumpai dalam hidupnya. Keindahan-keindahan itu menjadi kenangan ter indah bagi mereka berdua yang di dalamnya penuh makna-makna romantis yang sangat mendalam di hati mereka hingga pengalaman itu sungguh ter patri dalam hati masing-masing yang tak akan pernah bisa mereka lupakan begitu saja. Meski mereka berpacaran tapi mereka berdua berpegang teguh pada Agamanya mereka tak pernah melakukan pelanggaran dalam benteng batas-batas di luar kewajaran dalam berpacaran itu. Setelah puas bersafari di tempat rekreasi tersebut, alam mulai gelap dan untuk melanjutkan pulan mereka berkeyakinan bahwa mereka akan pulang larut malam, karena jarak yang ditempuh memakan banyak waktu sekitar 7 jam. Dengan inisiatif Ridwan dan Farida hendak menginap di penduduk sekitar. Suatu ketika mereka mendapatkan penginapan secara cuma-cuma oleh warga sekitar yang baik memberi tempat untuk bermalam di rumahnya. Hati Riwan dan Farida merasa senang penuh senyum ketulusan di hati mereka berdua. Suara Adzan Subuh berkumandang merdu lalu mereka dan penghuni rumah itu terbangun untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Setelah sholat subuh tak disengaja oleh farida melihat Ridwan sholat subuh nya tak memakai qunut, saat itu Farida merasa kaget dan bertanya-tanya dalam hatinya, karena setahu Farida yang sholat subuh nya tak memakai qunut berarti bukan dari golongan organisasi NU akan tetapi dari organisasi Muhammadiyah. Dengan penuh rasa khawatir Farida mencoba mendekati Ridwan dengan nada sedikit emosi yang tidak berlebihan. Lalu Farida pun bertanya pada Ridwan, "Kenapa sholat subuh nya ga pake qunut? pasti kamu organisasi Muhammadiyah, ya?" Lalu Ridwan pun menjawab penuh senyum dan bijaksana, "iya, aku setiap sholat subuh ga pernah menggunakan qunut dan memang benar aku di lahirkan dari keluarga golongan Muhammadiyah dan aku paham apa yang kamu maksud terhadapku, padahal dalam hidupku, aku tak pernah mempermasalahkan suatu golongan organisasi tertentu. Karena setiap orang yang menanyakan qunut atau tidak, hal ini mungkin akan menjadi sebuah perselisihan tapi kalau bertanya sholat apa tidak mungkin itu lebih bersifat umum dan mungkin tak akan mengundang perselisihan. Meski secara pribadi aku tak akan menjadi masalah terhadap golongan tertentu karena bagiku adalah sholat nya bukan dari segi qunut atau tidaknya. Dan lagi pula dalam suatu hubungan aku tak pernah memandang dari aspek organisasi tertentu tapi dari Agamanya yaitu se iman dan se keyakinan, bukan Agama selain Islam atau Non Muslim. "
Setelah mendengar penjelasan dari Ridwan, Farida memahami apa yang di katakan dan di maksud Ridwan padanya. Dan hal itu hubungan mereka semakin lengket bak perangko seolah-olah siapapun tak akan pernah bisa memisahkan mereka berdua. Hubungan mereka berdua sudah 2 tahun berjalan dan dari kedua orang tua Farida mengetahui hubungan mereka dan kedua orang tua Farida merestui hubungan mereka. Suatu ketika kedua orang tua farida menyarankan untuk segera menikah karena lebih cepat menikah lebih baik dan supaya terhindar dari segala fitnah yang ada pada mereka berdua. Dan pada saat bersamaan pula ketika itu Ridwan dan Farida bertemu di rumah sahabat karibnya Farida. DI saat sedang asyik-asyiknya berbincang-berbincang ternyata Farida mengidap penyakit kanker otak dan pada saat itu pula kepala Farida merasa sakit, kepalanya terasa akan pecah hingga Farida pun tak sadarkan diri, Ridwan dan sahabat Farida terkejut kaget melihat tubuh Farida terbaring kaku karena pingsan. Lalu Farida pun di bawa ke Rumah Sakit terdekat dan setelah itu Farida siuman dari pingsan nya. Dan Ridwan pun tahu tentang penyakit yang dideritanya rasa cinta dan sayangnya terhadap Farida tidak berkurang malahan bertambah sayang padanya. Meski Ridwan tahu resikonya bahwa Farida tak akan bertahan lama dalam hidupnya sewaktu-waktu ia akan meninggal dan akan pergi dari kehidupannya untuk selama-lamanya namun Ridwan tak pernah menghiraukan hal itu. Suatu ketika dari pihak keluarga Ridwan tidak menyetujui hubungan mereka karena kedua orang tua Ridwan beranggapan jikalau Ridwan menikah kelak sewaktu-waktu Farida akan meninggal dan hal itu akan membuat Ridwan menderita atas kepergian nya. Namun Ridwan beranggapan lain bahwa ia siap menanggung akibatnya seberat apa pun karena ia merasa yakin bahwa maut seseorang di Tangan Tuhan bukannya di tangan para medis.
Suatu ketika Ridwan dipindahkan oleh perusahaan nya di mana ia bekerja, Ridwan di mutasi kan ke daerah kota Kembang Bandung. Selama di Bandung Ridwan selalu memikirkan tentang hubungannya dengan Farida. Dalam benaknya selalu terniang anggapan-anggapan kedua orang tua dan saudara-saudara kakaknya, bila di pikir-pikir secara realita apa yang di ungkapkan keluarga Ridwan ada benarnya. Kegundahan pada Ridwan pun mulai menerpa karena anggapan-anggapan keluarganya itu mulai menguasai setiap pemikirannya bahkan dalam hatinya selalu terucap, "Andai aku menikahinya kemungkinan besar aku tak akan sanggup bilamana anggapan-anggapan keluarga ku itu benar-benar terjadi dan sepertinya hal itu di luar kemampuan ku karena aku tak akan bertahan jikalau ia hanya sejenak dalam cinta halal ku". Selama tinggal di Bandung Ridwan mulai mengenal rekan-rekan kerjanya hingga Ridwan mengenal seorang gadis yang bernama Nadia, Nadia adalah gadis dari keluara sederhana tidak seperti Farida yang penuh dengan kecukupan, namun kedua-duanya mempunyai kepribadian yang sama baiknya . Nadia hanya seorang guru Taman Kanak-kanak Islam yang di kenal dengan sebutan TPA. Lalu Ridwan pun jatuh cinta lagi kepada Nadia karena Ridwan berpikir Nadia dan Farida tak jauh berbeda keduanya sama-sama memiliki ahlaq yang baikterutama dalam keislamannya. Setelah itu Ridwan dan Nadia pun menjalin suatu hubungan karena Nadia juga beranggapan bahwa Ridwan juga pemuda yang mempunyai kepribadian yang baik. 6 bulan kemudian Ridwan merasa tak adil terhadap Farida dan Nadia karena tak mungkin hubungan ini terus-terus di sembunyikan dan Ridwan pun mulai bimbang dan bingung dengan semua hal ini. Di saat ia bimbang Ridwan pun harus melakukan sebuah pilihan karena hal ini merasa tak nyaman dalam dirinya, lalu Ridwan pun sholat Istiqhoroh untuk mencari jalan keluar ini demi kebaikan bagi semuanya, dalam suasana romantika pada saat itu Allah belum memberikan tanda-tanda pada dirinya namun Ridwan berpikir bahwa yang pantas ia pilih adalah Nadia karena Nadia lebih meyakinkan untuk di pilih karena Nadia tak mempunyai suatu penyakit pada dirinya dan lagi pula Ridwan selalu ingat pada Nadia dibandingkan terhadap Farida. Dan karena hal itu Ridwan akan mengambil suatu keputusan bahwa Nadia lah yang pantas di jadikan calon istrinya.
Suatu ketika Ridwan menemui Farida lalu semua kisah tentang Ridwan dan Nadia semua di ceritakan kepada Farida. Saat mendengarnya mata Farida berkaca-kaca dalam jerit tangis yang tertahan dalam kedua bola matanya. Ridwan pun menatap penuh rasa khawatir pada Farida seolah-olah ia merasa salah dan dosa pada Farida. Namun Farida tahu bahwa ini bukan kehendak Ridwan tapi semua ini takdir dari Tuhan yang harus istiqomah dalam menghadapinya. Maka Farida menyetujuinya semua keputusan dari Ridwan karena Farida berpikir bahwa ia tak akan bertahan hidup lama jikalau kelak ia menjadi istrinya. Farida sepakat dengan keputusan Ridwan penuh ketulusan dan keikhlasan yang benar-benar suci hanya untuk kebahagiaan yang ia cintainya meski harus mengorbankan perasaan nya sendiri. Pada dasarnya Ridwan tak ingin melakukan hal ini pada Farida namun ia juga tak mau menyembunyikan dari hidupnya karena Farida berhak tahu tentang semua hal ini karena masalah ini masalah hati yang segalanya harus di selesaikan dengan hati pula. Ketika semuanya tuntas dengan damai penuh bumbu-bumbu ketulusan pada mereka berdua akhirnya Ridwan pun pamitan dan mengucapkan kata terakhirnya yaitu, "maaf " namun Farida masih tetap mampu tersenyum meskipun matanya masih berkaca-kaca yang balut kesabaran. Setelah bayangan sosok Ridwan hilang dari pandangannya, di detik-detik setiap langkah kakinya, dengan bersamaan itu pula, hitungan setiap tetes air mata Farida mengalir dengan lembut menyelusuri turun perlahan kedua pipi, lalu terjatuh lah tetes demi tetes air mata membasahi daratan tandus dan gersang dalam hidupnya. Meski demikian Farida tetap sabar dan tabah menghadapi semua itu karena ia merasa bahwa semua ini jalan terbaik bagi dirinya mau pun bagi Ridwan. Setelah Ridwan meninggalkan Farida, Ridwan merasa yakin bahwa Farida akan meneteskan air mata itu, meski ia tahu bahwa di depannya akan terus mencoba agar air mata itu tak terjatuh ketika dirinya masih berada di hadapannya, dan Ridwan juga tahu bahwa Farida adalah orang yang tegar, sabar, dan tabah dalam menghadapi segala cobaan. Semakin jauh bayangan Farida dari setiap langkahnya tanpa disadari oleh Ridwan ternyata ia juga neneteskan air mata, dengan tersadarnya pula ia langsung menghapus dan mengusapnya air mata itu dengan kedua tangannya. Dan tangisan Ridwan itu seolah-olah bahwa ia juga merasakan apa yang ia rasakan terhadap Farida saat itu.
Akhirnya Ridwan dan Nadia menikah..... Setelah pernikahan itu awal kebahagiaan mereka pun di mulai dan kebahagiaan itu terus berlangsung lama hingga Nadia pun mengandung..... 9 bulan kemudian Nadia sudah berada di Rumah Sakit bersalin yang sebentar lagi akan melahirkan..... Semua dari pihak keluarga Ridwan dan Nadia berkumpul di Rumah Sakit menunggu anak yang akan di lahirkan oleh Nadia, Semuanya penuh harap-harap kebahagiaan termasuk pula Ridwan. Namun Allah berkehendak lain Nadia mengalami pendarahan yang hebat yang membawanya dalam mati sahid..... Ternyata para medis tak sanggup menyelamatkan kedua nyawa itu. Nadia dan anak yang di kandung nya pun meninggal dunia..... Setelah kepergian Nadia dan anak nya pergi dari kehidupan Ridwan, Ridwan ingat akan masa lalu nya yaitu Farida. Ternyata Farida menurut kabar angin bahwa ia masih hidup meski ia menderita kanker otak, meski Ridwan tahu tentang hal itu Ridwan tak pernah untuk ingin tahu tentang keberadaan nya. Karena ia mersa bersalah pada Farida dan juga Ridwan ingin setia pada Nadia meski ia sudah Almarhummah..... Namun Ridwan mempunyai sebuah harapan indah yang terukir dan tertulis di hati nya yang paling dalam..... Dan pada hal ini kemungkinan besar seandainya Ridwan menikah dengan Farida pasti melakukan hal yang sama seperti pada Nadia.....

Ku tak pernah meminta pada mu...
Agar kamu hidup lebih lama bersama ku...
Andai saja ajal menjemput ku...
Lalu ku masuk surga...
Dan mendapatkan ke 7 bidadari surga...
Ku tak mau ke 7 bidadari itu...
Yang ku harap temani surga itu...
Orang yang ku sayangi secara utuh...
Yaitu istri ku dan anak ku...
Hanya sebuah harapan temani dalam hidup ku...
Namun sebuah harapan indah itu...
Sebuah harapan setia dunia akhirat...



TAMAT


Senin, 01 Februari 2010

Ada rasa bergelora di jiwa
Menggema setiap langkah
Ada rasa bersarang di raga
Berirama nada-nada cinta
Menebarkan sejuta pesona
Menaburkan serpihan cinta
Menyelimuti ruang sukma
Meliputi segala makna
Terukir sebuah nama
Dalam helai balutan setia
Hidup terasa di surga
Melayang-layang di angkasa
Tenggelam dalam samudera
Indahnya samudera cinta

Cinta selalu mendatangkan sesuatu hal yang indah meski terkadang suka dan duka selalu hinggap dalam kisah cinta, namun hal itu bukan suatu masalah bagi pecinta sejati, ia selalu berjuang dan berkorban penuh rasa ketulusan dan keikhlasan. Cinta itu datang secara alamiah ia tak dapat dipaksakan karena cinta mengalir dengan sendirinya, seandainya cinta dapat dipaksa maka segalanya itu akan sia-sia dan tak akan bertahan lama karena semuanya diawali dengan terpaksa. Dan bila itu terjadi demikian maka tidak bisa disebut dengan cinta tapi hanya terpaksa belaka yang ada karena cinta hadir bukan untuk dipaksa melainkan untuk saling mencintai dan dicintai secara naluri insani yang berlimpah kasih sayang tiada tara tanpa mesti dipaksa atau pun terpaksa di dalamnya. Bila cinta itu datang dari sebuah rasa dan apa yang dirasa pun akan terasa indah, berjuang dan berkorban demi mewujudkan cinta pun akan terasa indah meski terkadang banyak cobaan, godaan dan rintangan yang mesti dilalui. Namun karena sang tambatan hati segala rasa lelah dan letih pun tiada terasa dan dirasakan, karena semangat dalam dirinya yang menjadi kekuatan dahsyat hingga apa pun rintangannya akan ia lewati penuh ketulusan hati. Cinta adalah masalah hati ia bergerak sesuka hati tiada yang lain dapat menghentikannya bahkan dibendung nya terkecuali maut yang akan memisahkannya. Itulah cinta berjuta rasa berjuta indahnya, di dalamnya penuh bumbu-bumbu rasa rindu yang setia temani dalam diri yang hiasi hidupnya dalam banyak warna dan rasa. Dalam cinta tak ada sedikit pun suatu kesalahan yang salah adalah insan yang sering kali menodai cinta, ia tidak setia pada pasangannya dan selalu mementingkan dirinya sendiri tanpa hiraukan keinginan pasangannya. Hanya cinta sejati lah yang akan mampu bertahan dan abadi selama ajal nya tiba. Bila tidak menginginkan pasangan pergi dalam suatu ikatan, maka jaga dan rawat ia baik-baik sebelum sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi. Cobalah belajar untuk setia dan hindari dari segala bentuk yang merugikan bagi pasangan agar di dalamnya nyaman dan damai dalam bingkai keindahan.



Tira Risyadi